“Pemerintah kampung harus menjadi motor penggerak di wilayahnya. Misalnya di Holtekam, Skouw Yambe, dan Koya Tengah, potensi alam dan budayanya luar biasa. Kalau ini dikembangkan bersama dinas terkait, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat melalui peningkatan ekonomi dan kesejahteraan,” tambahnya.
Selain sektor pariwisata, DPMK juga mendorong agar pemerintah kampung ikut aktif dalam mendukung sektor-sektor lain seperti pertanian, perikanan, dan perkebunan. Hal ini penting untuk menciptakan keseimbangan ekonomi di tingkat kampung serta mengurangi ketergantungan terhadap sektor tertentu.
Makzi menambahkan, sinergi antarsektor ini akan menjadi kekuatan utama Kota Jayapura dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan. Ia berharap agar semua kepala kampung terus menjaga komunikasi yang baik dengan OPD terkait, serta melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan program.
“Kami tidak ingin pembangunan hanya berhenti di tingkat perencanaan. Pemerintah kampung harus benar-benar hadir dan aktif, karena keberhasilan pembangunan di Kota Jayapura dimulai dari kampung,” tegasnya.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Di balik lembaran berkas perkara yang menumpuk, ada kisah-kisah pilu tentang biduk rumah tangga yang…
Kepolisian Resor (Polres) Mimika tengah menyelidiki kasus penganiayaan berat yang menimpa seorang petugas keamanan swasta…
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua selaku Kepala Operasi (Kaops) Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol…
elayanan kesehatan di daerah pedalaman Mimika masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan fasilitas dan kebijakan…
Pertemuan tersebut membahas rencana pembukaan dan pengembangan lahan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan…
Kepala SMA Negeri 1 Sentani, Kelasina Yanggroseray, meminta para orang tua siswa memahami keterbatasan daya…