

Komisaris Utama PT. Irian Bhakti Papua, Yohanis Walilo didampingi Komisaris PT. Irian Bhakti Papua, Ferdinand Risamasu saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, Jumat (6/10). (FOTO:Elfira/Cepos)
Pasca Tak Lagi Jadi Penyalur Beras
JAYAPURA – Usai pelantikan pada Maret 2023 lalu, jajaran Direktur dan Direksi PT. Irian Bhakti Papua diminta segara menyusun dan melaporkan rencana bisnisnya kepada pihak komisaris. Hal itu disampaikan Komisaris Utama PT. Irian Bhakti Papua, Yohanis Walilo dalam keterangan persnya kepada wartawan, Jumat (6/10)
Disampaikan Yohanis, pihaknya telah menugaskan direktur dan jajaran untuk menyiapkan dan mempresentasikan laporan tersebut. Hanya saja, hingga kini pihaknya belum mendapat laporan rencana bisnis dari direktur dan jajaran PT. Irian Bhakti Papua.
“Kami (komisaris-red) tidak bertanggung jawab dalam membuat rencana bisnis. Tugas tersebut merupakan tanggung jawab jajaran direktur untuk memastikan perusahaan dapat beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” bebernya.
Lanjutnya, laporan tersebut sudah bisa disampaikan dalam agenda pertemuan berikutnya antara komisaris dan jajaran direktur. Sebab, pihaknya ingin mengetahui kemajuan setelah perusahaan itu berubah status menjadi perseroan terbatas.
Sebagaimana kata Yohanis, tugas Komisaris adalah mengawasi perusahaan tersebut dan sudah melihat secara umum kondisi perusahaan. “Sudah ada pertemuan awal juga dengan jajaran direksi, tapi sejauh mana hasil atau perkembangan dari pertemuan itu,” ucapnya.
Sementara itu, Komisaris PT. Irian Bhakti Papua, Ferdinand Risamasu menerangkan, perusahaan tersebut kini tidak lagi menjadi penyalur beras pegawai negeri. Oleh karena itu, pihaknya ingin mengetahui apa rencana bisnis selanjutnya.
“Penyebabnya lantaran kalah bersaing dengan PT. Pos Indonesia. Jadi kami ingin mengetahui apa yang akan dilakukan jajaran direksi yang sudah ditunjuk oleh pemerintah,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa ada empat hal yang telah disampaikan dalam pertemuan sebelumnya, dan yang harus dilaksanakan secara cepat oleh jajaran direksi. Antara lain mengevaluasi bisnis, keuangan, aset dan SDM.
Dimana unit-unit bisnis yang tersebar di beberapa daerah di tanah Papua dievaluasi, apakah masih layak atau tidak untuk dikembangkan. Selain itu, aset semua diinventarisir mana yang layak dipertahankan, disewakan atau harus dijual menjadi modal usaha.
“Kami juga telah meminta jajaran direksi merumuskan strategi bisnis yang tepat untuk memajukan perusahaan tersebut. Jajaran direksi, harus melakukan analisis bisnis agar dapat menemukan bisnis yang dapat memberikan keuntungan dan berkembang dengan baik,” ungkapnya.
Ia pun mengaku masih menunggu hasil evaluasi dan reorientasi bisnis dari jajaran direksi. Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya akan mengundang jajaran direksi untuk membahas rekomendasi mereka pada pertemuan sebelumnya.
“Selain itu melihat sejauh mana perusahaan dapat berkembang ke depannya,” pungkasnya. (fia)
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…