Categories: METROPOLIS

Rencana Bisnis PT Irian Bhakti Papua Dipertanyakan

Pasca Tak Lagi Jadi Penyalur Beras

JAYAPURA – Usai pelantikan pada Maret 2023 lalu, jajaran Direktur dan Direksi PT. Irian Bhakti Papua diminta segara menyusun dan melaporkan rencana bisnisnya kepada pihak komisaris. Hal itu disampaikan Komisaris Utama PT. Irian Bhakti Papua, Yohanis Walilo dalam keterangan persnya kepada wartawan, Jumat (6/10)

  Disampaikan Yohanis, pihaknya telah menugaskan direktur dan jajaran untuk menyiapkan dan mempresentasikan laporan tersebut. Hanya saja, hingga kini pihaknya belum mendapat laporan rencana bisnis dari direktur dan jajaran PT. Irian Bhakti Papua.

“Kami (komisaris-red) tidak bertanggung jawab dalam membuat rencana bisnis. Tugas tersebut merupakan tanggung jawab jajaran direktur untuk memastikan perusahaan dapat beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” bebernya.

  Lanjutnya, laporan tersebut sudah bisa disampaikan dalam agenda pertemuan berikutnya antara komisaris dan jajaran direktur. Sebab, pihaknya ingin mengetahui kemajuan setelah perusahaan itu berubah status menjadi perseroan terbatas.

  Sebagaimana kata Yohanis, tugas Komisaris adalah mengawasi perusahaan tersebut dan sudah melihat secara umum kondisi perusahaan. “Sudah ada pertemuan awal juga dengan jajaran direksi, tapi sejauh mana hasil atau perkembangan dari pertemuan itu,” ucapnya.

  Sementara itu, Komisaris PT. Irian Bhakti Papua, Ferdinand Risamasu menerangkan, perusahaan tersebut kini tidak lagi menjadi penyalur beras pegawai negeri. Oleh karena itu, pihaknya ingin mengetahui apa rencana bisnis selanjutnya.

  “Penyebabnya lantaran kalah bersaing dengan PT. Pos Indonesia. Jadi kami ingin mengetahui apa yang akan dilakukan jajaran direksi yang sudah ditunjuk oleh pemerintah,” ucapnya.

  Ia juga menyampaikan bahwa ada empat hal yang telah disampaikan dalam pertemuan sebelumnya, dan yang harus dilaksanakan secara cepat oleh jajaran direksi. Antara lain mengevaluasi bisnis, keuangan, aset dan SDM.

  Dimana unit-unit bisnis yang tersebar di beberapa daerah di tanah Papua dievaluasi, apakah masih layak atau tidak untuk dikembangkan. Selain itu, aset semua diinventarisir mana yang layak dipertahankan, disewakan atau harus dijual menjadi modal usaha.

  “Kami juga telah meminta jajaran direksi merumuskan strategi bisnis yang tepat untuk memajukan perusahaan tersebut. Jajaran direksi, harus melakukan analisis bisnis agar dapat menemukan bisnis yang dapat memberikan keuntungan dan berkembang dengan baik,” ungkapnya.

  Ia pun mengaku masih menunggu hasil evaluasi dan reorientasi bisnis dari jajaran direksi. Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya akan mengundang jajaran direksi untuk membahas rekomendasi mereka pada pertemuan sebelumnya.

  “Selain itu melihat sejauh mana perusahaan dapat berkembang ke depannya,” pungkasnya. (fia)

Juna Cepos

Recent Posts

Pejabat Lama Pensiun, Bupati Tunjuk Adam Umar Plt. Asisten II

Penunjukan  Asisten yang membidangi perekonomian dan pembangunan ini dilakukan oleh Bupati Markus Mansnembra setelah pejabat…

28 minutes ago

Jelang TC di Boyolali, Persipura Jalani Medical Check Up di Surabaya

Dokter Tim Persipura, Benny Surapatty, menjelaskan bahwa MCU ini wajib dilakukan untuk memastikan kondisi fisik…

2 hours ago

Disambut Antusias, Lomba Gerak Jalan Tingkat SMP Diikuti 66 Regu

Lomba gerak jalan menyambut semarah Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten…

3 hours ago

Pemkab Tolikara Gelar Advokasi dan Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak, Dorong Terwujudnya Kabupaten Layak Anak

Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Kegiatan Advokasi dan…

8 hours ago

Realisasi APBD Papua Baru 36 Persen

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, L. Christian Sohilait mengatakan, realisasi anggaran sebesar 36 persen tersebut…

9 hours ago

Persipura Hanya Butuh 30 Pemain

Angka tersebut jauh lebih sedikit dibangdingkan musim lalu yang mencapai 35 pemain dalam satu musim.…

10 hours ago