Menurut Abisai, sinergitas antara agama, pemerintah, dan adat sangat penting, karena dapat menciptakan masyarakat yang harmonis, sejahtera, dan berkeadilan.
“Sinergi ini memungkinkan pemanfaatan potensi masing-masing pihak untuk mencapai tujuan bersama, seperti menjaga nilai-nilai tradisional, menyelesaikan konflik, dan membangun kemajuan kampung-kampung,” tuturnya.
Ini pentingnya Turkam, semua persoalan bisa dideteksi baik hal besar maupun yang kecil-kecilan. “Kita berharap di Kampung Enggros dan sisa kampung lainnya juga harus sama, mereka bisa meluapkan semua apa yang menjadi keluh kesah selama ini,” ungkapnya.
Wali Kota meminta warga untuk manfaatkan tiga hari dirinya bersama masyarakat untuk menyampaikan aspirasi tentang apa saja yang menjadi pergumulan di kampung. “Selama saya Turkam, semua waktu dan tempat saya akan berikan kepada masyarakat, silakan sampaikan semua persoalan yang,” tutupnya.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…
SMAN 4 Jayapura mulai mempersiapkan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk Tahun Ajaran 2026/2027…
Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan tugas pengawasan Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota pada masa non-tahapan…
Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…