Menurut Abisai, sinergitas antara agama, pemerintah, dan adat sangat penting, karena dapat menciptakan masyarakat yang harmonis, sejahtera, dan berkeadilan.
“Sinergi ini memungkinkan pemanfaatan potensi masing-masing pihak untuk mencapai tujuan bersama, seperti menjaga nilai-nilai tradisional, menyelesaikan konflik, dan membangun kemajuan kampung-kampung,” tuturnya.
Ini pentingnya Turkam, semua persoalan bisa dideteksi baik hal besar maupun yang kecil-kecilan. “Kita berharap di Kampung Enggros dan sisa kampung lainnya juga harus sama, mereka bisa meluapkan semua apa yang menjadi keluh kesah selama ini,” ungkapnya.
Wali Kota meminta warga untuk manfaatkan tiga hari dirinya bersama masyarakat untuk menyampaikan aspirasi tentang apa saja yang menjadi pergumulan di kampung. “Selama saya Turkam, semua waktu dan tempat saya akan berikan kepada masyarakat, silakan sampaikan semua persoalan yang,” tutupnya.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Abisai juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di kalangan pemuda pasca Musyawarah Daerah (Musda). Ia…
Menurut Evert, buku cerita rakyat tersebut akan menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa…
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Papua menggelar sosialisasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) serta Pencegahan,…
–Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP) mendorong lahirnya Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Raperdasus)…
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Juni 2026, dibuka secara…
Bupati Keerom, Piter Gusbager menyalurkan Dana Desa tahap I dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) triwulan…