

Proses penyembelihan Sapi Terbesar dan terberat di Papua, Rambo, di Masjid Baiturahman Biak, Sabtu (7/6) lalu. (foto:Ismail/Cenderawasih Pos)
BIAK– Sebanyak 600 paket daging kurban dibagikan oleh panitia Kurban Masjid Agung Baiturahman Biak, Sabtu (7/6). Pembagian daging kurban ini dari enam ekor sapi dan dua ekor kambing. Paket daging kurban yang dibagikan sudah termasuk daging dari seekor sapi Bantuan Presiden RI Prabowo Subianto, Satu Ekor dari Pemda Biak Numfor, 1 Ekor dari Keluarga Markus Mansnembra dan satu ekor dari Politisi Calon Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri.
Penyembelihan hewan kurban di Masjid ini juga disaksikan oleh sejumlah tokoh seperti Kepala Kantor Kemenag RI Biak Numfor Rolland S Abidondifu, Ketua PHBI Biak Numfor Andi Firman Madjadi, yang juga anggota DPR Papua Dapil Biak-Supiori, serta diawasi langsung oleh Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan, dan Balai Karantina Hewan dan Tumbuhan.
Kabid Peternakan drh Bambang menyatakan seluruh hewan kurban di Biak telah dinyatakan bebas dari penyakit, dan layak dikonsumsi. Dari pengamatannya rata-rata penyembelihan hewan kurban diselenggarakan di Hari Sabtu sehari setelah Perayaan Idul Adha.
Meski begitu sejauh ini proses penyembelihan hewan kurban mendapatkan pantauan yang cukup baik, dan dinyatakan bebas dari penyakit berbahaya. Termasuk Rambo yang memang sudah diisolasi dan di karantina selama ini di peternakan, membuatnya memang sedikit agresif sebelum akhirnya disembelih.
Page: 1 2
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura terus memperkuat…
Banyak anak muda akhirnya hanya membawa map lamaran dari satu kantor ke kantor lain tanpa…
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Bandara Sentani IPTU Wajedi, didampingi Kanit Binmas AIPTU…
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) menggelar tatap muka bersama para wajib pajak…
Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…