Categories: METROPOLIS

Uncen Beri Kelonggaran Syarat Penghuni Rusun dan Asrama

Rektor Uncen: Penertiban Asrama Perintah Kementerian

JAYAPURA – Asrama dan rusun Uncen telah dikosongkan namun masih ada pihak yang belum bisa menerima pengosongan ini. Terkait itu, Rektor Universitas Cenderawasih, DR., Ir., Apolo Safanpo ST., MT menyampaikan bahwa sejatinya pengosongan ini merupakan perintah dari pihak kementerian pendidikan dan kebudayaan dimana tahun 2017 dirinya mendapat perintah langsung dari pak menteri untuk  melakukan penertiban dan pembenahan asrama termasuk rusunawa di lingkungan Uncen. Namun dikatakan ini tidak berjalan hingga muncul perintah kedua di tahun 2018 dan akhirnya baru dimulai tahun 2019. 

 “Hanya saja  di tahun itu terjadi gejolak rasisme sehingga kembali  menjadwalkan ulang pada Juni 2020. Akan tetapi jadwal ini lagi – lagi tertunda mengingat Maret tahun 2020 terjadi bencana non alam, Pandemi Covid 19  sehingga mundur lagi di tahun 2021. Jadi penertiban ini dilakukan atas perintah kementerian,” beber Apolo saat ditemui di Hotel Front One, Waena, Selasa (8/6). Lalu pada  Januari 2021 pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait tahapan dan penertiban asrama. 

 “Kami memulai dengan penghuni dan fasilitas. Sosialisasi ini kami sampaikan dimulai dari surat hingga sosialisasi secara lisan dan kami memberi kesempatan untuk menghuni beberapa unit saat dilakukan renovasi,” jelasnya. Nah terkait syarat untuk bisa masuk di asrama atau rusunawa  awalnya pihak Uncen mewajibkan mengantongi tiga dokumen sebagai syarat, yang pertama dokumen kartu pengenal mahasiswa, KTP Kota Jayapura  dan kartu tanda aktif kuliah dari fakultas. Namun disini lanjut Rektor jika hanya memiiki dua saja semisal kartu pengenal mahasiswa dan kartu aktif kuliah ini masih bisa dilayani.

 “Yang kami temui kebanyakan adalah kartu pengenal mahasiswa namun tidak lagi aktif. Tapi jika ingin tetap diakomodir maka kami minta dilakukan pendaftaran ulang dan melakukan registrasi jadi kami tetap mencari solusi untuk mereka yang memang  ingin menempati asrama dan rusun,” imbuhnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

1 day ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

1 day ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

1 day ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

1 day ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

1 day ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

1 day ago