

Kunjungan Direktur Utama BPJS Kesehatan, tim akreditasi Kemenkes, serta tim visitasi RSPPU Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn), di RSUD Jayapura, Kamis (5/3). (Foto/Humas RSUD Jayapura)
JAYAPURA-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura menerima kunjungan Direktur Utama BPJS Kesehatan Pusat, tim akreditasi Kementerian Kesehatan, serta tim visitasi Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn), Kamis (5/3).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau pelayanan kesehatan sekaligus menilai kesiapan RSUD Jayapura sebagai rumah sakit pendidikan. Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey, mengatakan kunjungan Direktur Utama BPJS Kesehatan bertujuan untuk melihat langsung sejumlah layanan yang ada di rumah sakit tersebut.
Menurutnya, beberapa layanan yang ditinjau di antaranya pelayanan hemodialisa, radioterapi, serta cathlab. Selain itu, Dirut BPJS juga menggelar diskusi bersama para dokter, manajemen, dan staf RSUD Jayapura.
“Dalam diskusi tersebut dibahas beberapa hal, di antaranya terkait penonaktifan kepesertaan BPJS PBI, klaim yang masih pending, serta penambahan layanan oleh Kementerian Kesehatan yang belum diikuti dengan peningkatan pembiayaan dari BPJS,” kata Andreas, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (6/3).
Ia menjelaskan, sebagai rumah sakit regional, RSUD Jayapura juga menerima rujukan pasien dari berbagai kabupaten dan kota di Papua, termasuk dari provinsi baru di wilayah Tanah Papua.
Selain kunjungan dari BPJS Kesehatan, RSUD Jayapura juga menerima tim dari Kementerian Kesehatan yang melakukan penilaian dalam rangka akreditasi rumah sakit pendidikan.
Menurut Pekey, penilaian tersebut dilakukan untuk menentukan apakah RSUD Jayapura layak ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan melalui keputusan Menteri Kesehatan.
“Tim dari Kementerian Kesehatan melakukan penilaian langsung di lapangan untuk melihat kesiapan rumah sakit, mulai dari tenaga pendidik seperti dokter spesialis dan tenaga kesehatan lainnya, hingga sarana dan prasarana yang mendukung proses pendidikan,” jelasnya.
Page: 1 2
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…