Seperti Pasar Youtefa, di dalam pasar masih banyak yang kosong, tapi pedagang justru memih berjualah di bahu jalan tepatnya gapura pintu masuk, kemudian Pasar Hamadi, juga ada yang jualan sampai bahu jalan, sementara los atau lapak yang ada didalam, tidak terisi.
Parahnya lagi Pasar Otonom, jika selama ini berjualan di areal jalan masuk pasar, kini justru pindah ke jalan poros yang notabene akses lalulintas. “Jika memang perlu dibuatkan perda, maka kita buatkan, kalau tidak maka kita harus lihat akar persoalannnya dimana,” tandas Novelt.
Ia mengimbau kepada Pemerintah Kota Jayapura segera menrtibkan pedagang di jalan Poros Skylen-Tanah Hitam, sebab merusak taranan kota, dan juga rawan kecelakaan baik pedagang itu sendiri maupun pembeli.
“Saya juga minta kepada pedagang, agar taat dengan aturan, semua mau cari makan, tapi ada aturan yang harus kita penuhi,” imbuhnya.
Jika semua tahapan DPRK telah dibentuk, maka pihaknya akan meninjau ke setiap pasar. Tujuannya untuk mendengar aspirasi para pedagang. “Tapi nantinya pasti ada komisi D, urus masalah ini, sayapun akan turun tinjau karena ini Dapil saya,” ujarnya (rel/tri).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pemerintah Provinsi Papua Barat telah meningkatkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari siaga…
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Papua Tengah Andrias di Nabire, Senin, mengatakan kerusakan…
Pengembangan Pelabuhan Merauke terus dipersiapkan seiring meningkatnya aktivitas dan trafik angkutan barang. Saat ini, pengembangan…
Koordinator Umum, Bertho Nayak Entama, menegaskan bahwa proses CASN Formasi 2024 telah berjalan cukup lama,…
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik…
Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., melontarkan peringatan keras kepada seluruh…