“Kendati demikian saya berpikir kita ada progress baik, walaupun sifatnya masih offline. Ketimbang sebelumnya tidak masuk di siskeudes, kerja di luar saja. Tapi sekarang offline, tetapi kita kali ini dorong untuk tingkatkan dia lagi,” ujarnya.
Sejak Tahun 2022 lalu pihaknya telah mewajibkan semua kampung di Kota Jayapura untuk menyusun perencanaannya di 2023 sudah menggunakan siskeudes. Termasuk dalam pelaksanaannya pencairan tahap pertama, kedua dan sampai sekarang by system dan itu lebih memudahkan untuk dikontrol.
“Pertama memang kita kesulitan dari SDM-nya, kemudian jaringan karena dia harus punya server sendiri. Mungkin itu juga yang menjadi kendala umum. Kita harap server yang ada di keuangan yang katanya pernah dibangun oleh BPKP, nanti kita lihat kita bisa gunakan server itu untuk pengelolaan siskeudes itu. Harapan Kita di 2024 ini semua sudah bisa online artinya adalah, pemerintah Kampung kita bisa Pantau progres penginputan SPJ,” tambahnya. (roy/tri).
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Berdasarkan keputusan tersebut, Kabupaten Keerom menerima alokasi dana dengan rincian Tambahan DAU Rp 67.250.912.000, penyaluran…
Kegiatan ini menjadi informasi dan bukti nyata, apa yang selama ini telah dikerjakan pemerintah daerah,…
Suara dentuman meriam simulasi dan letupan gas air mata memecah keheningan Mimika, Papua Tengah. Di…
Direktur LBH Papua, Festus, mengatakan kasus tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan teknis…
Lima pasien anak yang sebelumnya menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan…
Bayang-bayang tapal batas yang membentang di tanah Papua tak mampu memagari jejak Ben Alois Natkime.…