

Pengamat sosial politik Universitas Cenderawasih, Marinus Yaung
JAYAPURA – Hingga kini kursi Wakil Gubernur Papua masih kosong. Gubernur, Lukas Enembe sendiri belum mau berkomentar dan memilih fokus pada proses pemulihan pasca operasi di RS Elisabeth, Singapura. Namun sebuah saran disampaikan pengamat social politik Universitas Cenderawasih, Marinus Yaung bahwa gubernur sebaiknya mencari orang atau sosok yang bisa diajak bekerjasama dan mampu melengkapi apa saja yang diinginkan. Namun hal lain yang perlu diingat adalah penetapan posisi wagub sebaiknya dilakukan sebelum September.
Apalagi dosen hubungan Internasional ini melihat jika posisi wagub tak segera diisi maka bisa saja agenda PON sedikit bermasalah akibat krisis kepemimpinan. “Saran saya sebaiknya ditetapkan sebelum penetapan UU Otsus Papua pada Agustus karena semakin cepat akan semakin baik karena bisa membantu menghandle PON maupun mengantisipasi keputusan evaluasi Otsus,” sarannya saat terhubung via telepon pecan kemarin. Gubernur kata Yaung membutuhkan sosok yang kuat untuk membackup dalam kerja – kerja sehingga DPR Papua perlu segera mengusulkan nama – nama.
Disini Yaung menyarankan jangan hanya 1 sosok melainkan lebih dari 1 dimana bisa dua nama, pertama 1 sosok diambil dari Partai Demokrat dan 1 lagi dari Partai Golkar. “Misalnya Partai Demokrat sebagai kursi mayoritas mengusulkan Ham Pagawak. Kenapa Ham, itu karena saya melihat ia memiliki kemistri dengan pak Enembe. Lalu Golkar juga bisa mengusulkan nama yang memang memiliki kesehatian dan kedekatan emosional dengan pak gubernur layaknya almarhum Klemen Tinal kemarin sehingga tidak mengganggu jalannya pemerintahan dan krisis kepemimpinan ditetapkan segera sebelum penetapan UU Otsus pada Agustus nanti,” tambahnya.
DPR Papua dikatakan perlu segera menyiapkan agenda untuk mendorong pengisian lowongnya kursi Wagub. “Saya pikir ini perlu segera ditetapkan agar gejolak politik yang muncul dari penetapan Otsus bisa dihandle dengan baik,” imbuhnya. (ade/wen)
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…