

Sales di PT Hasjrat Toyota selaku dealer mobil Toyota di wilayah jayapura saat memperlihatkan mobil Toyota Agya. ( foto; Priyadi/Cepos)
JAYAPURA- Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga mengatakan, adanya program lanjutan pemerintah dalam memberikan potongan 50 persen PPnBM untuk pmbelian kendaraan roda empat jenis tertentu sangat disambut baik dan diharapkan mendorong pemulihan ekonomi nasional maupun daerah.
Bagi masyarakat yang belum berkesempatan mendapatkan penghapusan PPnBM pada periode sebelumnya tidak perlu cemas dan khawatir karena periode bulan Juni hingga Agustus 2021 masih ada potongan 50 persen. PPnBM dalam pembelian mobil tertentu, ini juga bisa dimanfaatkan secara maksimal.
“Bagi masyarakat yang berpenghasilan menengah ke atas, jika ingin membeli mobil tertentu bisa memanfaatkan potongan 50 persen PPnBM dari program pemerintah, karena ini akan membantu memulihkan ekonomi nasional dan daerah. Pasalnya, dampak dari penjualan mobil sangat membantu beberapa sektor penjualan dan penyerapan tenaga kerja,’’ujarnya, Senin (7/6)kemarin.
Hal lainnya, jika pemerintah sudah memberikan kebijakan tersebut, seharusnya dibarengi juga kebijakan lain dari dealer mobil maupun pemerintah daerah masing-masing, supaya dalam memanfaatkan potongan harga mobil tertentu juga bisa dirasakan manfaatnya bagi konsumen yang membeli mobil.
Pemerintah perlu mendorong sektor perekonomian di tingkat konsumsi bagi masyarakat yang berpenghasilan menengah ke atas, supaya uangnya tidak hanya disimpan di bank saja tapi juga bisa dibelanjakan untuk sektor konsumsi, misalnya beli mobil tertentu bagi mereka yang belum punya. Hal ini disamping membantu memperlancar perputaran uang, juga akan menghidupkan perekonomian di daerah itu.
Ditambahkan, di masa pandemi Covid-19, tingkat konsumsi masyarakat juga harus ditingkatkan supaya perekonomian tetap jalan.
Pemerintah juga mendorong masyarakat yang sudah punya usaha jika ingin mengambil kredit untuk memperlancar atau memperbesar usahanya tetap dilayani dengan demikian penyerapan kredit juga bisa bergairah. Jangan smpai dana yang disiapkan bank untuk modal usaha tidak ada yang mengambil.(dil/ary)
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…