Categories: METROPOLIS

Lebih Aman dan Efisien, Ijazah Fisik Diganti e-Ijazah

JAYAPURA – Kemajuan teknologi terus mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Sebagai bagian dari transformasi digital, Kementerian Pendidikan memiliki terobosan penting dalam menggantikan ijazah fisik dengan dokumen digital yang lebih aman, efisien, serta mudah diakses kapan saja dan dimana saja oleh pihak sekolah.

   Sebagai tindak lanjut dari kebijakan ini, 15 Kepala sekolah (Kepsek) SMK se-Kota Jayapura mengadakan sosialisasi tentang ijazah digital (e-ijazah). Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman mengenai sistem e-ijazah kepada para Kepsek, sehingga mereka dapat mengelola dan mengimplementasikan sistem ini di sekolah mereka masing-masing.

   Hal tersebut disampaikan oleh Ketua MKKS SMK se-Kota Jayapura, Petrus S Merauje, S.Pd, M.Pd kepada Cenderawasih Pos, Selasa (6/5) sore. Menurut Petrus, kegiatan tersebut  sebagai bentuk sosialisasi teknologi informasi dengan tujuan agar sekolah mendapatkan gambaran terkait dengan alur proses hingga ke tahap pencetakan dari e-ijazah itu sendiri.

  “Kami sekolah hanya menyiapkan data, Input DNS setelah itu kirim ke Dinas Pendidikan kemudian dari dinas diteruskan ke kementerian kemudian kementerian mengeluarkan nomor seri ijasah, baru ijazahnya bisa diterbitkan oleh sekolah bersangkutan,” jelas Marauje terkait alur pembuatan e-izasah.

  Karena itu,  dia berharap setelah mengikuti sosialisasi tersebut ijazah dapat dicetaka pada 3-5 Juni mendatang. Adapun permasalahan yang dihadapi sekolahnya saat ini yakni anak-anak belum memiliki data yang valid. Karena kebanyakan anak muridnya berasal dari kabupaten di luar Kota Jayapura sehingga menyulitkan pihaknya untuk mensingkronkan data.

  Menurutnya, sosialisasi ini sangat penting meski masih banyak kendala yang dihadapi masing-masing sekolah. Sebab, e-ijazah itu sangat penting karena sangat membantu pihak sekolah dalam menerbitkan ijazah. Meski diterbitkan secara digital, namun tidak sembarang  siswa untuk mengakses karena ada aturannya.

  “Kalau dulu kami masih tulis manual secara fisik. Kalau sekarang bisa dicetak secara otomatis oleh sistem mengunakan aplikasi, siswa bisa melihat tetapi tidak bisa mencetak, karena itu hak sekolah atau Dinas Pendidikan,” ungkapnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Kasus Pembakaran Anak di Sentani Harus Tuntas

Selain penegakan hukum, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan perlindungan anak dan pola pengasuhan dalam keluarga…

22 minutes ago

Tujuh Jadi Tersangka Pembunuhan Pilot AMA

Ketujuh tersangka masing-masing berinisial MB, AB (23), LS (26), DA, NS, KB, dan SP. Seluruhnya…

52 minutes ago

Lapangan Terbang Rawan Mulai Didata

Langkah ini diambil sebagai respons cepat pasca-insiden pembakaran pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA)…

1 hour ago

Masyarakat Berhak Tahu Kemana Dana Cadangan Papua Mengalir

Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih, Yakobus…

2 hours ago

Cafe dan Resto di Holtekamp Jadi Sumber Pajak Menjanjikan

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Jayapura, Rory Cony Huwae, mengatakan penyumbang terbesar penerimaan pajak…

2 hours ago

Kehilangan Tanah Akibat Abrasi Pantai Adalah Kehilangan yang Sangat Besar

Bagi masyarakat pesisir, laut adalah sumber kehidupan sekaligus pelataran rumah tempat anak-anak tumbuh. Namun di…

3 hours ago