

Amos Wenda (FOTO:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Papua, angkat bicara perihal pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di intake Siborgonyi yang dipalang pemilik hak ulayat.
Atas pemalangan itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua, Amos Wenda mengaku pihaknya bersama inspektorat sudah meninjau lokasi tersebut, termasuk sudah menggelar rapat. Hanya saja, tidak membuahkan hasil.
“Untuk menyelesaikan ini, akhirnya saya perintahkan pengusaha dan pihak ketiga untuk bertemu wali kota,” kata Amos kepada Cenderawasih Pos, Kamis (6/2).
Setelah pertemuan itu, sambung Amos, justru dana yang diminta lebih besar untuk menyelesaikan persoalan palang tersebut.
“Saya kaget ketika infrormasi yang saya terima bahwa pemilik hak ulayat mintanya Rp 1,2 miliar, padahal itu kan untuk kepentingan masyarakat dalam mengakses air bersih. Dengan besaran anggaran yang diminta, kami tidak sanggup segitu,” terangnya.
Page: 1 2
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…