

Akfititas para pedagang di Pasar Youtefa yang terganggu dengan genangan air, pasca hujan deras, Jumat (6/5). ( FOTO: Karel/Cepos)
JAYAPURA-Persoalan banjir di Kota Jayapura, nampaknya belum bisa benar-benar hilang. Hujan deras yang terjadi, Jumat (6/5) membuat sejumlah kawasan yang selama ini langganana banjir, kembali terendam. Seperti halnya di jalan masuk Organda, kemarin banjir sampai di atas lutut orang dewasa, meski sore harinya sudah surut lagi.
Kawasan lainnya, adalah di Pasar Youtefa Abepura. Diamana akibat hujan deras dan genangan banjir kemarin, membuat aktifitas pembeli yang datang terlihat sepi karena jalan becek dan digenangi air.
Salah satu Genangan air yang cukup tinggi berada di belakang pasar ikan, tidak hanya itu di bagian tengah pasar pun juga digenangi air setinggi mata kaki orang dewasa.
Kondisi ini cukup memprihatinkan pedagang, khususnya mama mama Papua yang jualanya hanya beralaskan terpal. Welmince pedagang sayur di Pasar Youtefa Abepura mengaku lelah dengan keadaan tersebut. Sebab, selain menyita waktu kerjanya, juga mengurangi omzet penjualanya. Bahkan menurutnya setiap kali terjadi hujan, tempatnya selalu digenangi air. Akibatnya dia pun harus tutup jualan.
“Aduh saya pusing sekali, tadi malam saya beli sayur sangat banyak untuk saya jual hari ini, tapi tiba tiba hujan lebat, dan tempat saya ini kena banjir lagi”, tutur perempuan berusia 40 tahun tersebut.
Menurutnya kondisi ini harus ada perhatian serius dari pemerintah agar aktifitas perdagangan di Pasar Youtefa Bisa berjalan lancar. “Heran juga, padahal mama aktif bayar iuran wajib tapi tidak tahu uang yang kami bayar ini dikemanakan,” ujarnya dengan raut wajah kesal.
Hal senada dikeluhkan oleh penjual ikan yang namanya enggan untuk dikorankan, penjual ikan ini mengaku sangat menyesalkan kondisi pasar tersebut. Sebab dia sendiri tidak pernah telat membayar retribusi, namun haknya untuk mendapatkan wasilitas yang layak sangat tidak diperhatikan.
“Saya setiap hari wajib bayar restibusi tapi tidak tau uangnya kemana, persoalan seperti ini bukan hal baru. Setiap kali hujan pasti tempat kami selalu digenangi air. Coba pemerintah ini buka mata lihat kondisi kami kami para pedagang”, tuturnya.
Karena kondisi tempatnya seperti itu pembeli pun tak satupun yang datang, namun karena mata pencahariannya serta pekerjaan pokoknya hanya bergantung dari hasil jualan, dia pun tak pernah merasa lelah dengan keadaan tersebut. Dia sendiri berharap akan ada respon serius dari pemangku kebijakan agar aktifitas mereka beisa berjalan lancar.
“Ya mau bagaimana lagi, cuma adanya disini mau pindah ke tempat lain juga sama saja, pasar Youtefa bukan cerita baru kalau hujan tiba pastinya banjir. Cuma kami berharap pemerintah bisa melihat kondisi ini agar aktifitas kami pun bisa berjalan lancar”, tutur pria berdarah Makasar tersebut.
Menurutnya, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi pasca dilanda pandemic, harus didukung dengan fasilitas pasar yang memadai. Jika hal itu tidak diperhatikan oleh pemanku kebijakan, maka yang terjadi justru makin memperburuk keadaan.
“Dua tahun pandemi aktifitas penjualan cukup terhambat, hal ini tidak saja karena kebijakan pembatasan kegiatan yang diperketat, tapi hal ini juga tidak didukung oleh keadaan yang kurang memadadi,”tuturnya.(cr-267/tri)
Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…
Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…
Peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 15.45 WIT tersebut menghanguskan sedikitnya 10 petak rumah warga.…
Langkah-langkah strategis ini telah mendapat lampu hijau dan penguatan langsung dari Presiden. "Kami melaporkan kepada…
Komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak ini, diwujudkan Kanwil Ditjenpas melalui kegiatan sosialisasi…