Categories: METROPOLIS

Wali Kota: Masyarakat Jangan Terlalu Kepala Batu

Wali Kota Jayapura

JAYAPURA – Wali Kota Jayapura nampaknya ikut berang setelah mengetahui masih banyak warga yang belum patuh. Masih berkeliaran meski sudah dibilang ada pembatasan, masih berdesak-desakan meski sudah diminta  menjaga jarak dan masih suka menyebar informasi hoax meski telah diminta untuk tidak asal membagikan berita. 

 “Saya agak heran dengan masyarakat yang seperti itu, dibilang jaga jarak tapi masih saja tidak diindahkan, masih kepala batu padahal jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) terus bertambah,” cecar Tomi Mano melalui pesan Whatsappnya, Ahad (5/4). Ia meminta masyarakat ikuti dulu apa yang menjadi kebijakan pemerintah dan jangan mengentengkan sebab jika upaya untuk memutus mata rantai ini gagal maka Jayapura membutuhkan waktu lebih lama untuk berbenah bahkan kondisinya bisa lebih parah. 

 “Itu yang saya bilang, kepala batu dan menjengkelkan. Saya takut sekali karena jumlah terus bertambah dan ini harus segera ada sikap tegas,” tambahnya. Tomi Mano menyatakan bahwa pemerintah akan segera mengambil sikap dan jika masih tidak patuh maka akan terima sendiri akibatnya. Pemerintah menurutnya hanya ingin menyelamatkan manusia dan meski kebijakan yang diambil dipastikan memberi dampak sosial akan tetapi semua konsekwensi tersebut harus diambil karena tujuannya satu tadi, yaitu menyelamatkan manusia yang berdiam di Jayapura.

 “Besok (hari ini) kami akan rapat untuk memutuskan bagaimana langkah yang tepat. Kita perlu segera memotong  angka penyebarannya dan tolong masyarakat patuh dulu, jangan terlalu bikin hebat. Jangan juga bikin panik karena itu tidak membantu,” bebernya. Ia juga menyatakan bahwa pelaku yang menyebar informasi bahwa akan diterapkan karantina wilayah oleh kepolisian atas instruksi Wali Kota Jayapura akan diselidiki. “Tulisan itu meresahkan akhirnya masyarakat panik dan menyerbu toko-toko. Ini tak bisa dibiarkan dan harus ditindak agar tidak ada lagi yang membuat informasi hoax seperti itu. Jadi sekali lagi saya meminta masyarakat patuh dulu dan jangan anggap ini sepele,” tegasnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Komisi IV Sayangkan Aset Terbuang Percuma

Menurut Albert, peristiwa tersebut merupakan bentuk kelalaian yang mengakibatkan kerugian bagi daerah. "Aset ini dibeli…

9 hours ago

Akui Peredaran Narkoba Masih Tinggi

Menurut Aflian, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata. Dukungan dan partisipasi…

10 hours ago

Marak Penipuan Loker Catut Nama Freeport

​Berdasarkan hasil penyelidikan awal otoritas kepolisian, pelaku melancarkan aksinya dengan skema yang terstruktur. Mereka menjanjikan…

11 hours ago

141 WNI Jalani Proses Hukum di Papua Nugini

Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…

12 hours ago

Vaksin Campak Dipastikan Tersedia, Papua Selatan Siapkan Imunisasi Massal Tangani KLB

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…

13 hours ago

Kejagung Beberkan 12 Kasus Besar

Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…

14 hours ago