

Tampak di tempat penjualan daging sapi di Pasar Induk Youtefa, pedagang tampak sibuk memotong daging, Selasa (3/6). (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025, dipastikan akan banyak sapi yang dipotong. Hal ini membuat pedagang daging sapi, tidak berani memotong atau menyediakan stok daging sapi yang banyak.
Asri (43), salah satu pedagang daging sapi di Pasar Induk Youtefa mengaku menejlang Idul Adha ini memang stok daging yang dijualnya itu tidak begitu banyak. Stok daging lebih banyak tergantung pesanan pelanggan. Biasanya nanti satu hari jelang lebaran hanya bisa menghabiskan satu ekor sapi atau lebih, karena biasanya pada saat hari-H lebaran, masyarakat banyak dibagikan daging kurban.
“Kalau tidak ada pesanan nggak berani stok banyak karena banyak yang dapat daging kurban, jadi dagingnya tidak laku. Tergantung pesanan saja. Tetapi kalau kondisinya begini kita satu ekor pun kita tidak bisa habis,” ungkapnya.
Para pedagang memperkirakan bahwa kenaikan harga daging sapi tetap mungkin terjadi mendekati hari H Idul Adha 2025, mengikuti pola tahunan di mana permintaan melonjak tajam dalam waktu singkat
Diakui menjelang Idul Adha ini, harga daging sapi di Pasar Induk Youtefa relatif stabil. Tidak ada lonjakan signifikan. Harga daging kualitas premium masih bertahan di angka Rp 140.000 per kilogram. Sementara untuk kualitas medium, seperti tulang dibanderol sekitar Rp 70.000 per kilogram.
“Belum ada kenaikan signifikan. Tapi kami tetap waspada dengan kemungkinan harga melonjak, jadi pasokan kami kurangi sedikit,” jelas Aseri, Selasa (3/6).
Page: 1 2
Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…
Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…
Untuk mencapai pintu rimba, kami memilih menggunakan kendaraan milik warga. Pilihan ini bukan tanpa alasan.…
BPS Provinsi Papua, Emi Puspitarini, di Jayapura, Senin, mengatakan komoditas kayu masih menjadi penyumbang terbesar…