Categories: METROPOLIS

Berharap Bisa Audiens dengan DPRP

Mahasiswa beserta keluarga Tahanan Politik yang mendatangi kantor DPRP Selasa, (4/1) kemarin. ( foto: Noel/Cepos)

JAYAPURA – Juru bicara mahasiswa keluarga tujuh tahanan politik (Tapol) meminta DPRP untuk berdialog dengan  mereka sebelum menjalani persidangan soal makar. 

“Ya, karena DPRP dipilih oleh rakyat, maka DPRP berkewajiban mendengarkan aspirasi dan tuntutan rakyat papua. Persoalan Rasisme di Papua belum selesai. Banyak Pemuda, Mahasiswa dan Rakyat Papua yang melakukan Aksi Demo Menolak Rasisme (Agustus 2019) menjadi korban. Ada yang mati dibunuh, ditangkap dan dipenjara dengan sewenang-wenang tanpa prosedur hukum,” katanya. 

Dikatakan saat ini, 7 Orang Tahanan Politik Papua buchtar Tabuni, Agus Kosay, Steven Itlay, Alexander Gobay, Hengky Hilapok dan Feri Kombo masih mendekam di Rutan Balikpapan, Kalimantan Timur. Mereka dikenakan pasal Makar. Rencananya, mereka akan menjalani sidang di Pengadilan Tinggi Balikpapan dalam bulan ini (Februari 2020) ini harus DPR bicara karena merek korban rasis.

“Kami Mahasiswa dan Rakyat Papua berserta keluarga 7 Tahanan Politik telah melakukan beberapa upaya untuk memulangkan 7 Tahanan Politik Papua di Kalimantan Timur kembali ke Papua. Upaya yang telah kami lakukan adalah beraudiensi dengan Kejaksaan Tinggi Papua  Kejati Papua, tetapi, kami menemukan, pihak kejati berasalan untuk pemindahan itu ada pada pihak keamanan Polda . Karena, pemindahan dan proses selanjutnya itu berdasarkan permintaan Polda atas pertimbangan keamanan. Dan Permintaan tersebut disetujui oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia

Oleh Karena itu, upaya selanjutnya yang dilakukan adalah meminta kesediaan DPRP untuk beraudiensi dengan mereka. Sayang surat yang mereka ajukan ke komisi A DPRP hanya bertepuk sebelah tangan.  “ Kami telah memasukan surat untuk audiens hari Selasa, tapi tak berhasil menemui. Kami meminta kepada DPRP sebagai perwakilan rakyat Papua agar bertemu dan beraudiensi dengan kami sebagai Mahasiswa, Rakyat Papua dan keluarga tujuh Tahanan Politik,” katanya. (oel/wen) 

newsportal

Recent Posts

OPD Diingatkan Jangan Kerja Ketika Injury Time

Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…

15 hours ago

Selecao Wajib Waspadai Singa Atlas

Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…

15 hours ago

Gunakan Sebo Buff, Delapan Anggota OPM Cium Merah Putih

Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…

16 hours ago

Disosialisasikan, Rencana Pembangunan Bandar Antariksa Mendapat Dukungan

Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…

16 hours ago

Pendistribusian BBM Diawasi Polisi

Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…

17 hours ago

Belum Ada Razia Lagi, Kendaraan Modifikasi Tangki Kembali Ikut Antrian Pengisian BBM

Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…

17 hours ago