Categories: METROPOLIS

1 Desember Bukan Hari Kemerdekaan Papua

JAYAPURA – Perayaan 1 Desember yang selama ini dilakukan sekelompok orang dengan menyebut sebagai hari kemerdekaan Papua  dianggap salah kaprah. Pasalnya moment 1 Desember sejatinya bukan soal kemerdekaan melainkan adanya sedikit pengakuan dari pemerintahan Belanda. Ketika itu  terjadi di tahun 1961.

“Jadi bukan hari kemerdekaan dan memang kami tidak merayakan juga sebab itu bukan harinya. Selama ini banyak yang tidak paham dan salah kaprah sehingga memang perlu disampaikan berulang – ulang,” kata Elias Ayakeding, Kepala Kepolisian Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB) melalui ponselnya, Jumat (1/12).

Ia menyebut klaim merdeka kala itu muncul dan disampaikan oleh New Guinea Raad atau bahasa sekarangnya adalah DPR. Pernyataan merdeka ini dilakukan pada 19 Oktober 1961. “Jadi 19 Oktober 1961 itulah momen dari klaim merdeka sedangkan 1 Desember itu pengakuan tapi tidak secara penuh oleh pemerintah Belanda. Makanya ada dua keputusan kembar disitu. Nantinya 10 tahun kemudian atau 1971 barulah  Belanda menjanjikan akan diberikan secara penuh,” bebernya.

Karenanya Elias menyebut bahwa anak generasi sekarang memang perlu belajar banyak soal sejarah agar tidak salah kaprah. NFRPB sendiri  menjadikan moment 19 Oktober 2011 sebagai titik awal terbentuknya negara West Papua. “Pada Kongres Rakyat Papua III di 19 Oktober 2011 disitulah momen deklarasi pemulihan pemerintahan,” tambahnya.

Ia menyarankan kelompok yang ingin merdeka memahami dulu sejarah. “Bagaimana mau berbicara kemerdekaan kalau sejarahnya saja tidak diketahui,” imbuhnya. NFRPB sendiri kata Elias telah merayakan pada 19 Oktober lalu di Istana Presiden di Sabron, Sentani Barat dengan cara ibadah.

“Kemarin kami hanya ibadah sedangkan agenda terakhir kemarin adalah pelantikan gubernur dan bupati untuk wilayah Domberai dan Bomberai yang dipimpin langsung Pak Presiden, Forkorus Yaboi Sembut dan pemerintahan Negara Federal tetap jalan sampai sekarang,” tutupnya.  (ade/wen)

Tegar Cepos

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

3 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

3 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

3 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

3 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

3 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

3 days ago