Categories: METROPOLIS

Kestabilan Nilai Rupiah Diukur dari Harga Barang dan Jasa

JAYAPURA – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua menggelar acara  Temu Responden dengan pihak terkait di Kantor BI, Kamis (2/11) kemarin.Kepala BI Perwakilan Papua, Juli Budi Winantya menyebut, dalam kapasitasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai tujuan untuk mencapai stabilitas nilai rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

  “Kestabilan nilai rupiah tersebut diukur baik terhadap harga barang/jasa atau kita kenal dengan istilah inflasi maupun dengan mata uang negara lain yang tercermin dari nilai tukar rupiah,” kata Juli.

  Juli membeberkan, saat ini Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua melakukan berbagai survei terhadap beberapa kategori responden di antaranya Survei Pemantauan Harga (SPH), Survei Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), Survei Penjualan Eceran (SPE), Survei Konsumen (SK), Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), dan Liaison kepada pelaku usaha.

  “Masing-masing survei tersebut nantinya akan menghasilkan berbagai indikator yang dapat digunakan untuk mendukung asesmen ekonomi yang kami lakukan. Sebagai contoh, untuk dapat menyusun proyeksi laju inflasi ke depan, kami memerlukan data dan informasi terkait perkembangan harga komoditas yang kami peroleh dari pasar tradisional,” terangnya.

  Dengan beberapa langkah strategis dan sinergi yang erat bersama stakeholders terkait seperti penyelenggaraan gerakan pangan murah, koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dan kerjasama antar daerah untuk fasilitasi distribusi komoditas pangan, sehingga inflasi di wilayah Papua dapat terkendali ke dalam target yang telah ditetapkan.

   Juli menyebut, pelaksanaan Temu Responden Bank Indonesia tahun 2023 ini utamanya bertujuan sebagai bentuk apresiasi. “Kami berharap pengambilan kebijakan terkait ekonomi dan keuangan kedepannya akan semakin baik lagi. Tentunya ditunjang oleh kualitas data dan informasi yang lebih baik,” pungkasnya. (fia/tri)

Juna Cepos

Recent Posts

OPD Diingatkan Jangan Kerja Ketika Injury Time

Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…

9 hours ago

Selecao Wajib Waspadai Singa Atlas

Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…

9 hours ago

Gunakan Sebo Buff, Delapan Anggota OPM Cium Merah Putih

Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…

10 hours ago

Disosialisasikan, Rencana Pembangunan Bandar Antariksa Mendapat Dukungan

Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…

10 hours ago

Pendistribusian BBM Diawasi Polisi

Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…

11 hours ago

Belum Ada Razia Lagi, Kendaraan Modifikasi Tangki Kembali Ikut Antrian Pengisian BBM

Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…

11 hours ago