Sementara itu Rosmince memwakili perempuan Kampung Skow Sae mengutarakan terkait masalah KDRT. “Kami para perempuan ini selalu diinjak-injak oleh laki-laki, padahal kami juga kerja untuk menghidupi keluarga, jika bapa YB terpilih tolong perhatikan kami kaum perempuan,” ujarnya.
Menanggapi berbagsi keluhan tersebut, Yermias Bisai menyampaikan soal KDRT memang sudah menjadi program prioritasnya. Jika terpilih keduanya akan bangun lembaga khusus untuk perlindungan perempuan di Papua. “Nanti kita akan bangun lembaga khusus perlindungan perempuan di Papua,” tandasnya.
Sementara untuk kesejahteraan masyarakat Kampung Skouw Sae, Skouw Mabo dan Skouw Yambe, YB menegaskan sebagai representasi anak Tabi-Saireri kedianya akan memperhatikan kesejahtraan masyarakat setempat. “Apalagi Kampung Skouw ini ada di perbatasan negara, maka wajib kita perhatikan,” tuturnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke menyatakan terjadi peningkatan kasus campak yang terjadi saat ini. Penyebarannya diduga…
Keduanya adalah pasangan tuli yang kini tengah merintis usaha berjualan kopi di Kotaraja dalam tepatnya…
Ia menjelaskan, Kapal Papua Baru bukan satu-satunya yang tenggelam di kawasan tersebut. Saat ini tercatat…
Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Kevin Febrian Chen mengalami luka parah dan meninggal dunia…
Menurutnya, seminar ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan hasil kajian mengenai biodiversitas Papua,…
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan…