Sementara itu Rosmince memwakili perempuan Kampung Skow Sae mengutarakan terkait masalah KDRT. “Kami para perempuan ini selalu diinjak-injak oleh laki-laki, padahal kami juga kerja untuk menghidupi keluarga, jika bapa YB terpilih tolong perhatikan kami kaum perempuan,” ujarnya.
Menanggapi berbagsi keluhan tersebut, Yermias Bisai menyampaikan soal KDRT memang sudah menjadi program prioritasnya. Jika terpilih keduanya akan bangun lembaga khusus untuk perlindungan perempuan di Papua. “Nanti kita akan bangun lembaga khusus perlindungan perempuan di Papua,” tandasnya.
Sementara untuk kesejahteraan masyarakat Kampung Skouw Sae, Skouw Mabo dan Skouw Yambe, YB menegaskan sebagai representasi anak Tabi-Saireri kedianya akan memperhatikan kesejahtraan masyarakat setempat. “Apalagi Kampung Skouw ini ada di perbatasan negara, maka wajib kita perhatikan,” tuturnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika melakukan tindakan tegas dalam upaya pemberantasan peredaran gelap…
Ketua Pengadilan Negeri Merauke, lanjut Yuri Ardiansyah, telah menunjuk 3 hakim untuk menangani 2 perkara…
Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze mengingatkan para kepala distrik untuk melaksanakan tugas dengan optimal serta…
Kapolres Boven Digoel melalui Kasat Reskrim AKP Ishak O. Runtulalo menyampaikan, laporan awal diterima pihaknya…
Polsek Wamena Kota memastikan dua korban pencurian dan kekerasan (curas) terhadap dua saudara DW dan…
Pemkab Jayawijaya meminta konflik yang melibatkan dua kelompok masyarakat harus dihentikan. Wakil Bupati Jayawijaya Ronny…