Dia mengharapkan jika BTM-YB terpilih, maka perlu adanya penegasan terhadap penerapan tenaga kerja di Papua. “Untuk apa ada Ostus kalau anak anak kami masih sukit dapat pekerjaan, kami harap bapak BTM-YB bisa perhatikan anak anak kami kedepan,” harapnya.
Keluhan yang sama juga disampaikan oleh Niko Pae, warga Kampung Skouw Mabo, Niko meminta pemerintah tidak mengabaikan printah UU Otsus. “Untuk apa UU Otsus kalau anak anak kami masih susah cari kerja,” tuturnya saat dialog dengan YB di Kampung Skouw Mabo.
Masalah lain yang dia keluhkan, soal tenaga kesehatan. Di Kampung Skow Mabo telah dibangun sebuah Pustu kesehatan, akan tetapi sampai saat ini tidak digunakan secara maksimal.
“Disini ada Pustu, tapi tidak ada perawat, kami kalau sakit harus lari ke Kota Jayapura, tolong jika Bapak YB dan BTM duduk di gubernur kirim perawat disini,” pintanya.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Pegunungan mendorong penyelenggaraan pekan olahraga daerah atau Porda guna…
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Papua, Arya Sinulingga, akan melakukan koordinasi dengan pengurus PSSI Papua…
Presiden Direktur NCK, Owen Rahadiyan, mengaku puas terhadap perkembangan permainan tim selama masa pemusatan latihan…
- Sebanyak 89 crosser akan saling adu kecepatan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Region VI,…
Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…
Merespon terkait dengan kasus tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…