Categories: METROPOLIS

Tak Punya Uang, Dua Bayi Tidak Dirawat

BUTUH KEBIJAKAN – Dua bayi  Rein (9 bulan) dan Naila (1,9 tahun) digendong oleh keluarganya di lokasi  posko pengungsian di aula St Fransiscus Asisi, Jumat (3/5) kemarin.  Kedua bayi ini mulai sakit alergi dan butuh penanganan medis. ( FOTO : Gamel Cepos )

JAYAPURA – Kondisi kesehatan pasien di lokasi pengungsian kebakaran di aula St Franciscus Asisi mulai mengalami penurunan kesehatan. Yang terpantau terakhir adalah  kesehatan dua balita yakni Rein berusia 9 bulan dan Naila berusia 1 tahun 9 bulan yang terkena alergi. 

Tubuh bayi mungil ini mulai gatal-gatal bahkan tumbuh bisul. Untuk Rein terlihat jelas bisul berukuran besar dibelakang lehernya. Sedangkan Naila sedikit lebih mengkhawatirkan karena bisul tak hanya  terlihat di bagian wajahnya tetapi naik hingga ke kepalanya. 

 Meski demikian Ia masih tetap tersenyum dan menyapa orang yang ada di dekatnya. Ia bahkan sempat meminta  gendong saat dihampiri Cenderawasih Pos. “Setelah berkumpul baru dia (Naila) alergi. Tidak tahu apa penyebabnya, mungkin karena tidak cocok dengan udaranya,” jelas sang bibi bernama Haeria saat ditemui di lokasi pengungsian, Jumat (3/5) kemarin.

  Meski terlihat sehat namun pihak keluarga sedikit dipusingkan untuk membawa balita berkulit terang ini ke Puskesmas. Pasalnya semua uang dan surat-surat identitas ikut terbakar atas musibah terbakarnya belasan rumah di APO Bukit beberapa lalu. 

 Mereka hanya berharap ada kebijakan dari pemerintah terhadap warga yang terkena musibah kebakaran. “Mau berobat tapi katanya harus bawa surat ini itu sementara surat kami kan terbakar semua, bersyukur kami bisa keluar meski hanya pakaian di badan,” bebernya.

 Hal menarik lainnya adalah ibu dari Rein merupakan orang baru. Ia baru 2 bulan di Jayapura dan datang dari Palu untuk mengikuti acara keluarga di Jayapura. Iapun  tinggal bersama keluarganya di APO dan ikut terkena musibah. 

“Semua uang juga terbakar. Hanya selamat dengan pakaian di badan,” ujar sang ibu, Rina (39). Sementara terkait batas akhir tinggal di pengungsian yang diberi waktu hingga hari Minggu (5/5), Haeria mengaku siap untuk keluar dan mencari tempat tinggal. 

 Pantauan Cenderawasih Pos para pengungsi membutuhkan minyak untuk bayi termasuk pakaian dalam. Di lokasi aula St Fransiscus Asisi ini terdapat 36 kepala keluarga dengan 134 jiwa dan 34 anak sekolah. (ade/gin) 

newsportal

Recent Posts

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

11 hours ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

19 hours ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

20 hours ago

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

21 hours ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

22 hours ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

1 day ago