Categories: METROPOLIS

Pelaku Kekerasan Fisik Dikenakan Wajib Lapor

Dua tersangka dikawal penyidik di Mapolres Jayapura Kota, Kamis (2/5). Dua tersangka kasus kekerasan fisik terhadap anak ini dikenakan wajib lapor.( FOTO : Elfira/Cepos)

Iptu Jahja Rumra: Tersangka Tak Ditahan Karena Ancaman Hukuman di Bawah Lima Tahun dan Pelaku Masih di Bawah Umur 

JAYAPURA- Dua tersangka dengan inisial DKD (18) dan LAA (17), pelaku  Kekerasan fisik terhadap anak yang video nya sempat viral di media sosial hingga saat ini masih dikenakan wajib lapor di Polres Jayapura Kota alias tak ditahan.

 Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav R Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polres Jayapura Kota Iptu Jahja Rumra menerangkan, kedua tersangka dikenakan wajib lapor dan tidak ditahan lantaran pasal yang disangkakan pada keduanya adalah Pasal Perlindungan Anak.

Selain itu juga lanjut Jahja, tidak bisa dilakukan penahanan dikarenakan ancaman hukuman yang disangkakan kepada keduanya di bawah lima tahun penjara.

 “Syarat untuk melakukan penahanan kepada seseorang itu jika ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara, sehingga itu untuk dua tersangka yang ini hanya dikenakan wajib lapor mengingat kedua anak tersebut di bawah umur,” ucap Jahja saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (3/5)

 Sejauh ini kata Kasubag Humas, belum ada upaya damai antara korban yang bernama Enjelina Koibur (17) dengan kedua tersangka. Dan proses hukum sendiri masih tetap berjalan.

“Jika kedua pihak dalam hal ini korban dan tersangka mau berdamai itu kembali kepada korbannya, apakah dia mau memaafkan kedua tersangka. Selain itu, perdamaian kasus ini juga tergantung dari kebijakan pimpinan,” terangnya

 Sekedar diketahui, kejadian ini terjadi di Jalan Amfibi, Distrik Abepura. Dimana pelaku  DKD mengajak LAA  dan beberapa orang temannya mendatangi korban  di TKP lalu  terjadi cekcok mulut, dikarenakan emosi. DKD melakukan pemukulan  terhadap korban  dan pemukulan tersebut diikuti  oleh pelaku LA yang sama-sama melakukan pemukulan berulang kali terhadap korban. 

 Pemukulan dilakukan dengan cara  dimana pelaku menampar korban,  menendang, dan menjambak rambut hingga korban mengalami luka robek pada mulut. (fia/wen)

newsportal

Recent Posts

Rumah Singgah ODGJ dan Anak Terlantar Diminta Segera Direalisasikan

Anggota DPRK Kota Jayapura, Barend Bartolomeus Taniauw atau akrab disapa Barto, mendorong Pemerintah Kota Jayapura…

9 hours ago

Theo: Tak Masuk Akal Orang Papua Sandera Orang Papua

Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…

2 days ago

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm bagi Perguruan Tinggi di Papua

   Merespon terkait dengan kasus tersebut​, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…

2 days ago

El Nino Kuat Bayangi Mimika, BMKG Peringatkan Asap Kiriman dan Gangguan Penerbangan

BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…

2 days ago

Giliran Asap Negara Tetangga Resahkan Warga RI-PNG

Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…

2 days ago

Satpol PP Siagakan 10 Personel Amankan  Kantor Dinkes Merauke

Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…

2 days ago