

"Berdasarkan hasil Monitoring Musim Hujan 2024/2025 dasarian III Desember 2024, wilayah Papua yang berada dalam zona musim saat ini memasuki periode musim penghujan," ujar Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre ketika dihubungi Cenderawasih Pos
JAYAPURA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura kembali memperediksi bahwa saat ini ada beberapa wilayah di Papua yang sedang berada berada dalam periode zona musim penghujan. Prediksi ini dikeluarkan berdasarkan hasil monitoring BMKG Wilayah V Jayapura pada, Jumat (31/1). Adapun wilayah tersebut antara lain Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom bagian Selatan.
“Sementara itu, wilayah lainnya seperti Kota Jayapura memiliki tipe hujan monsunal 1, yang artinya curah hujan yang cenderung turun secara merata sepanjang tahun.” Ungkap Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik, BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre kepada Cenderawasih Pos dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/1).
Ezri menjelaskan saat ini, fenomena global La Niña dengan intensitas lemah masih aktif, yang umumnya berdampak pada peningkatan curah hujan. Selain itu, suhu muka laut yang cenderung lebih hangat di sekitar Samudera Pasifik bagian barat yang mendukung pembentukan awan hujan.
“Dominasi pola angin baratan juga membawa lebih banyak massa udara lembap ke wilayah Papua, meningkatkan peluang terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah,”jelas Ezri.
Lanjut Ezri menjelaskan, di Kota Jayapura dan sekitarnya, curah hujan pada awal hingga pertengahan Januari 2025 justru tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata musimannya. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi atmosfer yang lebih kering, dengan tingkat kelembaban relatif di lapisan atas berada dibawah 70 persen yang menyebabkan berkurangnya uap air untuk pembentukan awan hujan.
Meski demikian kata Ezri, secara klimatologis puncak musim penghujan di wilayah Kota Jayapura dan sekitarnya diperkirakan masih berlangsung hingga Maret 2025 mendatang. Hal ini sejalan dengan aktivitas Monsun Asia yang masih dominan terjadi dan membawa masa udara lembap hingga April 2025 serta dinamika atmosfer yang terus berkembang. (kar/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menyikapi potensi gangguan keamanan jelang hari kemerdekaan. Pengamanan ketat akan diberlakukan secara menyeluruh, mencakup wilayah…
Danrem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Mustakim, mengingatkan masyarakat Papua Selatan agar lebih bijak menyikapi…
Kemenag kini menghadirkan aplikasi AMAN, aplikasi ini bukan sekadar portal pengaduan biasa. Platform resmi…
Dalam lomba terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni Tata Kelola SPPG Polri, Inovasi Kepala SPPG…
Pangdam mengatakan serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat merupakan bagian dari proses pembinaan…
Berdasarkan keputusan tersebut, Kabupaten Keerom menerima alokasi dana dengan rincian Tambahan DAU Rp 67.250.912.000, penyaluran…