Categories: METROPOLIS

Satu Ton Lebih Sampah Diangkut dari Pantai Holtekamp

JAYAPURA – Sebanyak 1.125 kilogram sampah diangkut dari lokasai Pantai Holtekamp, saat aksi peringatan World Cleanup Day (WCD) Indonesia Tahun 2025, Selasa (30/9). Kegiatan ini diikuti mahasiswa dan para komunitas yang ada di Jayapura.

Satu ton lebih sampah tersebut terdiri dari sampah botol 772 kilogram, sampah plastik 350 kilogram dan sampah karton 3 kilogram. Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Otsus Provinsi Papua, Hosea Murib mengatakan, kegiatan ini bentuk partisipasi Papua dalam peringatan WCD 2025.

Dimana WCD merupakan aksi bersama global yang telah diakui oleh lembaga PBB sejak tahun 2018, dan saat ini telah diikuti oleh lebih dari 180 negara, termasuk Indonesia.

“Peran aktif pemerintah bukan hanya sekadar ingin mengikuti tren dalam gerakan global, namun juga karena selaras dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yaitu 100 persen sampah terkelola di tahun 2029,” ungkapnya.

Murib berkata, pengelolaan sampah merupakan salah satu isu lingkungan yang perlu segera diselesaikan. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), pada tahun 2023 timbulan sampah di lndonesia mencapai 56,63 juta ton/tahun dengan capaian pengelolaan sampah nasional baru 39,01% (22,09 juta ton/tahun).

Sisanya sebanyak 60,99% (34,54 juta ton/tahun) sampah belum terkelola.
Kondisi tersebut juga menjadi semakin serius dikarenakan sistem utama pengelolaan sampah di sebagian besar daerah masih menitikberatkan pada penimbunan di TPA, dengan sistem open dumping.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Demo Tolak MBG Serentak Disinyalir Terorganisir

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…

59 minutes ago

Kericuhan di Pelabuhan, KM Gunung Dempo Pilih Tunda Berlabuh

Saat kapal dalam perjalanan menuju  Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya…

2 hours ago

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

14 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

22 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

23 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

1 day ago