

Pasangan Jhony Banua Rouw-Darwis Massi (JBR-Hadir) saat mengikuti pembacaan deklarasi dukungan dari Forum Kerukunan Lintas Nusantara dan Relawan Nusantara di PTC Entrop, Senin (30/9). (FOTO:Gamel/Cepos)
JAYAPURA – Kampanye terbuka perdana yang dilakukan pasangan nomor urut 2, Jhony Banua Rouw-Darwis Massi (JBR-Hadir) pada Senin (30/9) dilakukan di dua tempat. Pertama di kawasan Argapura, dan kedua di PTC Entrop.
Di lokasi pertama, JBR Harus menyambangi warga pesisir dan disini selain melakukan tatap muka, JBR-Harus juga memberikan bantuan bahan bangunan kepada warga. Iapun memaparkan beberapa program kerjanya ketika terpilih.
“Di legislatif hanya bicara kebijakan tapi tidak semua bisa dieksekusi dengan baik. Banyak program tapi tidak maksimal sehgga saya putuskan masuk ke Kota Jayapura,” ujar Jhony memberi alasan mengapa tertarik menjadi walikota.
Ia menjelaskan koalisi yang diusung adalah koalisi perubahan dimana yang sudah bagus dipertahankan dan tingkatkan yang belum akan dimaksimalkan. Jhony memaparkan bahwa pihaknya menginginkan Jayapura menjadi kota yang cerdas. Ini dimulai dari sistem pengelolaan pemerintah yang efisien, efektif dan data base yang harus baik.
“Sistem pengamanan yang baik, sistem rekrutmen yang baik sebab kami mengevaluasi selama ini tidak berjalan maksimal karena sistem tidak berjalan baik,” tambahnya. Lalu Jayapura cerdas. “Yang saya temukan setiap mau bayar uang sekolah banyak yang mengirim pesan WA.” ungkapnya.
Terkait Jayapura Cerdas ini, targetnya adalah pembaharuan dimana sekolah berkualitas, ruangan, guru dan fasilitas juga harus baik. “Jangan semua berebut masuk SMA 4, tapi semua harus merata. Sekolah gratis dengan pendidikan yang baik dan jangan pusing biaya sekolah karena pemerintah sudah menanggung semua,” paparnya.
Meski pendidikan gratis ini masih banyak yang sanksi, namun Jhony menyatakan itu bisa dilakukan. “Semua kembali ke pemimpinnya. Jika di Serui dan Kaimana bisa mengapa di Jayapura tidak bisa. Di Serui itu kakak saya, masak adiknya tidak bisa,” ucap Jhony.
Page: 1 2
Memasuki pekan pertama Ramadan, harga semua jenis cabai masih tergolong normal. Namun setelah itu perlahan…
Sebagai bagian dari rangkaian penyidikan yang telah berjalan selama beberapa bulan terakhir, penyidik melaksanakan tindakan…
Pasca kasus pemukulan yang terjadi di RSUD Yowari Kabupaten Jayapura, menimpa seorang dokterdan satu tenaga…
Proyek strategis yang sempat tertunda, yakni Puskesmas Perintis, dipastikan segera memasuki tahap konstruksi fisik. Kepala…
Personel Polres Keerom mengamankan ASS alias L, warga Arso diduga pemilik tanaman ganja yang ditanam…
Paino belum bisa memastikan penyakit atau jenis hama apa yang sedang menyerang padi tersebut. Namun…