Lebih lanjut, Pardede menegaskan bahwa kawasan pelabuhan masih menjadi titik rawan penyelundupan narkotika, terutama karena akses kapal laut yang menghubungkan Jayapura dengan sejumlah wilayah lain di Papua maupun luar Papua.
“Kami berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan, khususnya di kawasan pelabuhan dan titik-titik strategis lainnya, guna mencegah masuk dan beredarnya narkotika di wilayah hukum Kota Jayapura,” tegasnya.
Kasus ini kembali membuka mata bahwa peredaran narkotika di Papua, khususnya Kota Jayapura, masih menjadi ancaman serius. Tak hanya merusak kesehatan, narkotika juga dapat menghancurkan masa depan generasi muda Papua jika tidak segera diberantas secara menyeluruh.
Dengan penangkapan ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya narkoba dan terus mendukung aparat kepolisian dalam perang melawan narkotika,” pungkasnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Abisai juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di kalangan pemuda pasca Musyawarah Daerah (Musda). Ia…
Menurut Evert, buku cerita rakyat tersebut akan menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa…
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Papua menggelar sosialisasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) serta Pencegahan,…
–Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP) mendorong lahirnya Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Raperdasus)…
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Juni 2026, dibuka secara…
Bupati Keerom, Piter Gusbager menyalurkan Dana Desa tahap I dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) triwulan…