Lebih lanjut, Pardede menegaskan bahwa kawasan pelabuhan masih menjadi titik rawan penyelundupan narkotika, terutama karena akses kapal laut yang menghubungkan Jayapura dengan sejumlah wilayah lain di Papua maupun luar Papua.
“Kami berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan, khususnya di kawasan pelabuhan dan titik-titik strategis lainnya, guna mencegah masuk dan beredarnya narkotika di wilayah hukum Kota Jayapura,” tegasnya.
Kasus ini kembali membuka mata bahwa peredaran narkotika di Papua, khususnya Kota Jayapura, masih menjadi ancaman serius. Tak hanya merusak kesehatan, narkotika juga dapat menghancurkan masa depan generasi muda Papua jika tidak segera diberantas secara menyeluruh.
Dengan penangkapan ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya narkoba dan terus mendukung aparat kepolisian dalam perang melawan narkotika,” pungkasnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pemusnahan kali ini menyasar material sitaan dari 52 perkara tindak pidana umum dengan volume mencapai…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan dan penggunaan anggaran daerah,…
Panglima Kodam (Pangdam) XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, melakukan silaturahmi kepada Gubernur…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyebut Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan bantuan 10 ekor sapi kurban…
Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika melakukan tindakan tegas dalam upaya pemberantasan peredaran gelap…
Ketua Pengadilan Negeri Merauke, lanjut Yuri Ardiansyah, telah menunjuk 3 hakim untuk menangani 2 perkara…