“Alasan para nelayan menggunakan bahan peledak karena dinilai lebih praktis dan hasilnya banyak. Tapi mereka tidak memikirkan dampak jangka panjangnya. Ini menjadi pekerjaan rumah besar, tidak hanya bagi kami tapi semua pihak,” ujarnya.
Selain fokus pada patroli illegal fishing, Satrol Jayapura juga aktif dalam pengawasan peredaran barang terlarang melalui jalur laut. Pada tahun 2024 lalu, pihaknya berhasil mengungkap kasus penyelundupan 13,7 kilogram ganja yang diselundupkan dari Papua Nugini ke Jayapura.
Capaian tersebut menjadi salah satu yang terbesar tahun itu.
Letda Rein menegaskan bahwa perlindungan ekosistem laut bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran serta masyarakat.
“Kami memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk turut aktif memberikan informasi apabila menemukan adanya pelanggaran, terutama terkait illegal fishing. Jika dibiarkan, ekosistem laut kita akan hancur. Segera laporkan kepada kami jika melihat aktivitas mencurigakan,” tegasnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pemerintah Daerah Kabupaten Lanny Jaya secara resmi memulai pelaksanaan Diklat Prajabatan, Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS…
Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan setempat mulai membenahi layanan pendidikan khusus menyusul rendahnya indeks…
Massa aksi datang menggunakan dua unit mobil pikap dengan membawa sejumlah atribut, di antaranya…
Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura terus mendorong upaya kemandirian bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)…
Sebanyak 13 calon siswa (casis) yang dikirim melalui Lanud J.A. Dimara Merauke berhasil lolos seleksi…
Ibadah syukur yang berlangsung di Tugu Injil Pesisir Pantai Skouw, Kampung Skouw Yambe, tersebut…