“Biak Numfor dengan tongkol, tuna, dan cakalang, Supiori dengan ikan karang dan Mamberamo Raya dengan kakap putih dan kakap hitam. Sementara Sarmi dengan tenggiri dan udang, serta Jayapura dan Keerom dengan budidaya air tawar dan lele,” terang Iman.
Sambungnya, langkah itu diharapkan dapat meningkatkan produksi daerah dan menstabilkan harga hasil perikanan. Termasuk mendorong ekspor produk kelautan dari masing-masing kabupaten dan kota.
“Ketika ekspor belum tercapai, setidaknya kita dorong dulu agar harga produk stabil di pasar lokal. Seluruh upaya ini selaras dengan tema Musrenbang yaitu Percepatan Pembangunan Struktur Ekonomi yang Inklusif melalui Akselerasi Potensi Unggulan Daerah,” ujarnya.
Selain itu, program ini juga mendukung visi pembangunan jangka menengah daerah yang mengusung konsep ekonomi biru. “Penting bagi pemerintah daerah untuk memperhatikan dan mengembangkan komoditas lokal potensial agar ekonomi masyarakat pesisir turut bertumbuh,” pungkasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pemusnahan kali ini menyasar material sitaan dari 52 perkara tindak pidana umum dengan volume mencapai…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan dan penggunaan anggaran daerah,…
Panglima Kodam (Pangdam) XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, melakukan silaturahmi kepada Gubernur…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyebut Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan bantuan 10 ekor sapi kurban…
Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika melakukan tindakan tegas dalam upaya pemberantasan peredaran gelap…
Ketua Pengadilan Negeri Merauke, lanjut Yuri Ardiansyah, telah menunjuk 3 hakim untuk menangani 2 perkara…