“Biak Numfor dengan tongkol, tuna, dan cakalang, Supiori dengan ikan karang dan Mamberamo Raya dengan kakap putih dan kakap hitam. Sementara Sarmi dengan tenggiri dan udang, serta Jayapura dan Keerom dengan budidaya air tawar dan lele,” terang Iman.
Sambungnya, langkah itu diharapkan dapat meningkatkan produksi daerah dan menstabilkan harga hasil perikanan. Termasuk mendorong ekspor produk kelautan dari masing-masing kabupaten dan kota.
“Ketika ekspor belum tercapai, setidaknya kita dorong dulu agar harga produk stabil di pasar lokal. Seluruh upaya ini selaras dengan tema Musrenbang yaitu Percepatan Pembangunan Struktur Ekonomi yang Inklusif melalui Akselerasi Potensi Unggulan Daerah,” ujarnya.
Selain itu, program ini juga mendukung visi pembangunan jangka menengah daerah yang mengusung konsep ekonomi biru. “Penting bagi pemerintah daerah untuk memperhatikan dan mengembangkan komoditas lokal potensial agar ekonomi masyarakat pesisir turut bertumbuh,” pungkasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Namun di balik rutinitas itu, tak ada yang menyangka bahwa hari itu akan menjadi berbeda.…
Di depan sebuah masjid di kawasan Kodam, dua perempuan lanjut usia duduk bersandar. Di sekeliling…
Pj Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan enam prioritas kebijakan pemerintah kepada peningkatan…
Pertempuran memperebutkan takhta juara melawan Persipuncak Puncak Cartenz berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim…
Pelatih kepala Persipura, Rahmad Darmawan memberikan apresiasi tinggi bagi pemain yang disebut-sebut sebagai masa depan…
Pendekatan strategis yang dilakukan oleh pemerintah daerah adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif maupun lahan…