“Kalau mereka butuh kolam renang kita kasih, kalau mereka butuh pondok wisata kita bangun, yang terpenting tempatnya ramai, terus kita lihat di situ, kalau mereka butuh ruang ganti kita bangun, air penampungan pipa kita bangun dan juga ekowisata,” ujarnya.
Ia mengaku bahwa pemerintah tidak sembarang memberikan bantuan kepada masyarakat terutama pelaku usaha wisata. Terlebih dahulu pemerintah melakukan pengecekan apakah tempat wisata tersebut berpotensi banyak pengunjung atau malah sebaliknya, harus jelas.
“Dilihat dulu, dicek dulu,objek wisata tersebut rame apa tidak,tidak mungkin sepi kita bangun,”ujarnya.
Yimin sampaikan bahwa tidak ada alasan pemerintah untuk tidak membantu masyarakat tapi dengan syarat harus memiliki identitas yang jelas, dan sasarannya juga jelas. Adapun peninggalan sejarah yang dikelolah oleh Dinas kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua yakni 30 Tanki minyak peninggalan Jepang di Demta, Kabupaten Jayapura, Tugu Mc Arthur di Sentani, Kabupaten Jayapura, dan Tugu Jepang di Hamadi, Kota Jayapura. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pengadilan Militer III-19 Jayapura sebagai salah satu penyelenggara peradilan di tingkat pertama mempunyai tugas untuk…
Kepala Kejaksaan Negeri Merauke Dr. Paris Manalu, SH, MH, didampingi Kepala Seksi Pemulihan Aset Arief…
Saat ini, Pemerintah Kota Jayapura telah melantik sebanyak 26 pimpinan OPD sebagai pejabat definitif. Namun…
Plt Kepala PELNI Cabang Merauke Sandi mengungkapkan, KM Tatamailau yang tiba dan sandar di Dermaga…
Untuk itu, Rustan Saru meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura agar segera melakukan evaluasi menyeluruh…
Ketua Panitia Pelaksana Soleman Jambormias didampingi Wakil Ketua dan Sekretaris Panitia kepada wartawan mengungkapkan, Sidang…