Categories: METROPOLIS

Bunda PAUD Dorong Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui penyelenggaraan Workshop dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah dan Guru PAUD se-Kota Jayapura yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Jayapura, Kamis (30/7).

  Kegiatan yang diikuti kepala sekolah dan guru PAUD dari berbagai satuan pendidikan di Kota Jayapura ini menjadi momentum memperkuat kapasitas tenaga pendidik sekaligus menyosialisasikan implementasi Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah bagi seluruh anak usia 5–6 tahun sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar.

  Bunda PAUD Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jayapura, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, organisasi perangkat daerah, organisasi profesi, mitra pembangunan, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

  “Anak usia dini adalah generasi yang akan menentukan wajah Kota Jayapura di masa depan. Mereka kelak menjadi pemimpin, tenaga profesional, pelaku usaha, pendidik, inovator, maupun tokoh masyarakat yang akan membawa kemajuan daerah ini,” ujarnya.

   Menurut Nerlince, berbagai penelitian menunjukkan lebih dari 80 persen perkembangan otak anak terjadi pada usia dini. Pada fase tersebut karakter, kemampuan berpikir, kecerdasan sosial-emosional, kemampuan berbahasa, kreativitas hingga kebiasaan belajar mulai dibentuk.

   “Karena itu PAUD bukan sekadar tempat bermain, tetapi merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang unggul,” tegasnya.

   Ia mengatakan keberhasilan pembangunan pendidikan tidak dimulai ketika anak memasuki Sekolah Dasar, melainkan sejak memperoleh layanan PAUD yang berkualitas.

  Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kota Jayapura telah menetapkan kebijakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah melalui Peraturan Wali Kota Jayapura. Kebijakan tersebut mengatur agar setiap anak usia 5–6 tahun mengikuti pendidikan prasekolah sekurang-kurangnya satu tahun sebelum masuk SD.

  Ia juga mengajak BPMP dan BGTK terus mendampingi peningkatan mutu pembelajaran serta kompetensi guru PAUD, sementara Bunda PAUD di tingkat distrik, kelurahan dan kampung diharapkan menjadi motor penggerak sosialisasi kepada masyarakat.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Tahapan Seleksi Sekda Definitif Papua Pegunungan Tunggu SK dari Presiden

PJ Sekda Provinsi Papua Pegunungan Drs. Wasuok Demianus Siep menyatakan untuk jabatan Sekda Papua Pegunungan…

17 minutes ago

Ratusan Warga Sambut Kunjungan Gubernur Apolo Safanpo di Warse dengan Perahu Tradisional

Pantauan di lokasi, sejak pagi ratusan warga mendayung perahu tradisional untuk menjemput speedboat yang ditumpangi…

1 hour ago

Gubernur Berharap Asrama SMAK Asmat Jadi Tempat Pendidikan Budi Pekerti

Gubernur  Apolo mengatakan kehadiran asrama diharapkan tidak hanya mendukung proses belajar mengajar, tetapi juga menjadi…

2 hours ago

Pemkab Biak Numfor dan Supiori Diminta Usulkan Tambahan Kuoata

Selain melihat dari dekat antrian kendaraan, Marthinus Pasang juga menemui pengelola SPBU dan pihak  Rayon…

3 hours ago

Pemkab Puncak Jaya Perkuat Jiwa Kewirausahaan Pemuda

  Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari pemuda dan wirausaha pemula dari berbagai wilayah di…

4 hours ago

IDI Jayawijaya Didorong Bentuk 7 Cabang di Wilayah Papua Pegunungan

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Jayawijaya kini dijabat oleh dr. Charles Manalagi, Sp.Og untuk periode…

5 hours ago