Untuk anggaran yang bersumber dari dana Otsus akan disalurkan kepada peternak Orang Asli Papua. Sedangkan, bibit yang diadakan dengan anggaran dana bagi hasil dibagikan untuk peternak non OAP. Satu peternak akan mendapatkan 2 ekor bibit ternak babi.
Sementara dana yang berasal dari bagi hasil akan dibagikan kepada peternak non OAP yang merupakan binaan Disnakeswan dan 1 peternak akan mendapatkan dua bibit.
Disnakkeswan optimis dalam tahun ini populasi babi di Mimika perlahan meningkat pasca merebaknya virus ASF. Berdasarkan pantauan Disnakkeswan, saat ini ketersediaan bibit ternak babi di peternak sendiri telah mencapai 3000 ekor.
Sementara, di Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Laboratorium Pembinaan babi Disnakeswan sekitar 200 bibit.(mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
‘’Saat ditemukan tim SAR gabungan, korban selamat namun dalam kondisi lemas dan terdapat luka-luka lecet…
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri menegaskan, pembagian DPA sejak awal tahun bertujuan agar setiap…
Penegasan tersebut disampaikan Yunus Wonda sebagai upaya menata ketertiban kota sekaligus menjaga kebersihan, kesehatan, dan…
Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Kabupaten Jayawijaya Lesman Tabuni dalam keterangan tertulis di Wamena, Minggu, mengatakan…
Dalam hal ini, kata Kapolres pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam pemanfaatan berbagai…
Bupati Yoseph Bladib Gebze tampak dibuat kesal dan marah, karena setelah berhari-hari ternyata sampah yang…