Categories: MIMIKA

Populasi Babi di Mimika Tersisa 3000 Ekor

MIMIKA – Penyebaran African Swine Fever (ASF) atau yang juga disebut Demam Babi Afrika di Kabupaten Mimika hingga Oktober 2024 terpantau mengalami penurunan.

Tercatat, lebih dari 10 ribu populasi babi di Mimika telah mati karena terpapar ASF dan kini hanya tersisa hampir 3000 ekor saja.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan (Disnakkeswan) Kabupaten Mimika, drh. Sabelina Fitriani menjelaskan, daging babi pun saat ini sudah jarang ditemukan di pasaran karena dalam sehari, babi yang dipotong tidak lebih dari 3 ekor.

Hal ini dikarenakan jumlah ternak Babi dewasa di Mimika yang sudah berkurang, ditambah banyak peternak yang memilih untuk tidak menjual ternak Babi-nya agar dapat dijual di bulan Desember nanti.

“Harga saat ini mahal karena memang hukum pasar ya, pada saat suplainya kurang harga itu meningkat,” ungkap Sabelina saat ditemui disela kesibukannya, Jumat (25/10) kemarin.

Saat populasi Babi di suatu daerah berkurang, tentunya perlu dilakukan pengisian ulang. Salahsatu caranya adalah memasok ternak Babi dari daerah lain yang masih tidak tertular ASF agar dapat memenuhi kebutuhan dalam daerah.

Namun, Sabelina menyebutkan bahwa ada kebijakan yang harus dipatuhi. Apalagi, banyak daerah yang kini sudah mulai tertular virus ASF. Sedangkan, di Mimika belum ada regulasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah untuk memasok ternak babi dari luar.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Wanita Korban Penembakan OPM Akhirnya Ditemukan

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…

10 hours ago

Tiga Distrik di Puncak Alami Krisi Pangan dan Air

Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…

12 hours ago

Ratusan Murid SMAN 5 Jayapura Diduga Keracunan MBG

Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…

14 hours ago

BGN Sikat Rekening Janggal di 414 SPPG

Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…

20 hours ago

Siap-siap, Puncak Kemarau 2026 Tiba

Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…

22 hours ago

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

2 days ago