

Para pelajar melakukan aksi menolak program makan bergisi gratis (MBG) yang digelar di Jalan C. Heatubun (Jalan Baru) Rabu (26/2) kemarin. (Foto: Istimewa).
MIMIKA – Puluhan pelajar dari beberapa sekolah di Kabupaten Mimika, Papua Tengah melakukan aksi unjuk rasa di Jalan C. Heatubun (Jalan Baru) depan Gereja Kingmi Jemaat Bahtera, Rabu (26/2) kemarin. Aksi unjuk rasa ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupten Mimika.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, para pelajar sebelumnya akan melakukan Long March, namun tidak adanya pemberitahuan serta izin dari pihak keamanan, maka mereka hanya diberi waktu untuk membacakan pernyataan sikap.
Koordinator Aksi, Aweida Degei mengatakan aksi itu dilakukan oleh Front Solidaritas Pelajar (FSP). “Kami di depan solidaritas pelajar meminta pendidikan gratis daripada makanan gratis yang tidak ada manfaatnya,” ujarnya.
Para pelajar itu membentangkan poster bertuliskan, “Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi, Sosial, HAM, Budaya dan Keadilan lebih penting daripada MBG”.
Sementara itu, Koordinator Lapangan, Aweida Degei mengatakan, para pelajar di Mimika sadar akan dampak buruk dari MBG. Namun, dirinya tidak menyebutkan dengan jelas apa saja dampak yang akan terjadi.
“Kami pelajar dan pelajar Timika sadar akan dampak buruk yang terjadi nantinya akibat mengonsumsi makanan tersebut maka kami melakukan protes untuk menolak adanya program itu,” kata Aweida Degei.
Sikap pelajar ini dengan gamblang menolak program tersebut untuk tidak dilaksanakan di Mimika. Perlu diketahui, program MBG sendiri di Mimika belum berjalan dan belum ada pernyataan resmi dari pemerintah maupun pihak terkait kapan program ini akan dilaksanakan.
Namun, beberapa waktu lalu Komandan Kodim 1710/Mimika, Letkol Inf M. Slamet Wijaya menyebutkan bahwa nantinya untuk tahap awal MBG di Timika akan menyasar wilayah perkotaan terlebih dahulu dengan target sekitar 26 ribu siswa. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menteri Dalam Negeri menyoroti masih tingginya angka masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah maupun…
Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat krusial. Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga…
Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…
Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…
Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…
Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…