

Ketua DKP Sinode KINGMI di Tanah Papua Pdt. Deserius Adii, M.Th. (Foto: Istimewa).
MIMIKA — Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua menyatakan dukungan terbuka terhadap sikap Kepala Suku Kamoro Yance Boyau yang mendorong penyelesaian sengketa tapal batas tanah adat antara Suku Mee dan Suku Kamoro di wilayah Kapiraya melalui jalur musyawarah adat.
Dukungan tersebut ditegaskan melalui Pernyataan Sikap Seruan Gembala yang disampaikan oleh Ketua DKP Sinode KINGMI di Tanah Papua Pdt. Deserius Adii, M.Th., di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (19/9).
Pdt. Deserius Adii menilai persoalan batas wilayah adat di Kapiraya bukan sebatas klaim geografis, melainkan menyangkut hak ulayat, identitas sejarah, serta martabat kemanusiaan masyarakat adat dari kedua suku.
“Mendukung sikap Kepala Suku Kamoro, Bapak Yance Boyau, yang mengedepankan penyelesaian damai dan bermartabat atas persoalan tapal batas tanah adat Suku Mee dan Suku Kamoro di Kapiraya, karena penyelesaian melalui dialog, musyawarah, dan mekaniseme adat merupakan jalan yang dapat menjaga persaudaraan serta mencegah konflik di tengah masyarakat,” ujar Pdt. Deserius.
Dalam seruannya, DKP Sinode KINGMI mengeluarkan sembilan poin krusial. Pihaknya mendesak pemangku adat kedua suku—termasuk kepala suku, kepala keret/marga, serta tua-tua adat—duduk bersama membedah bukti sejarah, batas alam, hingga hubungan genealogis secara transparan tanpa klaim sepihak.
Page: 1 2
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…