Hal yang sama juga ditindaklanjuti ke Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menghapus babi dari komoditas pengukur inflasi namun dikarenakan konsumsi babi yang tinggi di Mimika sehingga komoditas yang satu ini tidak dapat dikeluarkan.
“Sebenarnya ini (babi,red) tidak ada di dalam daftar inflasi, tapi karena teman-teman di provinsi mereka melihat bahwa konsumsii babi di kabupaten ini terlalu tinggi sehingga mereka tambahkan itu,” kata Yulius.
Lebih lanjut, Yulius berharap agar menjelang hari raya Natal 2025 nantinya harga daging babi di Mimika sudah kembali normal. “Sementara ini kami masih kesulitan intervensi daging babi itu. Kalau yang lain-lain kami bisa melakukan apapun,” tutupnya. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Danrem 172/ PWY Brigjen TNI. Robby Suryadi untuk upaya pengejaran tentunya ada upaya yang dilakukan…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan sejak beberapa hari terakhir, keberadaan kabut asap tebal akibat…
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke Rudi, mengatakan, kedua survivor ditemukan setelah Tim…
Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua menyatakan dukungan…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, sejumlah ruas jalan saat ini tengah dikerjakan untuk membuka…
Penegasan tersebut disampaikan Kepala BTNW Acha Anis Sokoy untuk meluruskan persepsi masyarakat mengenai lokasi sejumlah…