Hal yang sama juga ditindaklanjuti ke Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menghapus babi dari komoditas pengukur inflasi namun dikarenakan konsumsi babi yang tinggi di Mimika sehingga komoditas yang satu ini tidak dapat dikeluarkan.
“Sebenarnya ini (babi,red) tidak ada di dalam daftar inflasi, tapi karena teman-teman di provinsi mereka melihat bahwa konsumsii babi di kabupaten ini terlalu tinggi sehingga mereka tambahkan itu,” kata Yulius.
Lebih lanjut, Yulius berharap agar menjelang hari raya Natal 2025 nantinya harga daging babi di Mimika sudah kembali normal. “Sementara ini kami masih kesulitan intervensi daging babi itu. Kalau yang lain-lain kami bisa melakukan apapun,” tutupnya. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pangan Papua Sri Utami mengatakan pihaknya mendukung pelaksanaan MBG sebagai bagian…
“Program MBG sangat strategis bagi Papua karena mendukung 'Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis’…
‘’Pelakunya 2 orang. Satu membawa parang dan satu pelaku lainnya membawa pisau. Luka besar pada…
Ini terlihat di dua rumah sakit pemerintah yakni RSJ Abepura dan RSUD Jayapura. Bahkan untuk…
Persipura kini masih berada pada peringkat ketiga dengan koleksi 33 poin. Mereka hanya terpaut satu…
”Sehingga pada malam ini saya selaku kepala Basarnas, selaku SAR Coordinator mendeklir bahwa operasi pencarian…