

Aksi unjuk rasa menyikapi tindakan perundungan berupa sapaan rasis yang diterima oleh seorang siswi kelas VII SMP di Sekolah Kalam Kudus, yang digelar oleh orang tua dan keluarga korban. (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).
MIMIKA – Kasus perundungan atau bullying dan rasis terhadap dua orang pelajar di Sekolah Kalam Kudus berakhir damai pada Kamis, 16 Oktober 2025. Proses damai dicapai setelah adanya mediasi yang dijalani oleh kedua belah pihak di Sekretariat Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) di Jalan Yos Soedarso, depan SMA Negeri 1 Mimika.
Proses damai ini dihadiri ditengahi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika, serta dihadiri oleh kedua belah pihak, Dinas Pendidikan, Yayasan Kalam Kudus dan Direktur dan Founder Pusat Bantuan Mediasi GKI Jake Merril Ibo.
Kabid P2TP2A, Marlina Dalipa, saat ditemui wartawan usai proses mediasi menyampaikan ungkapan syukurnya karena proses damai dapat dicapai oleh pihak pelaku maupun pihak kedua korban.
Namun, ia mengakui bahwa pihaknya kecolongan dengan adanya kasus ini. Sebab, sejauh ini DP3AP2KB kerap melakukan sosialisasi serta pendampingan di Sekolah Kalam Kudus serta beberapa sekolah lainnya.
“Kedepannya kami harap dengan adanya kesepakatan ini–baik orang tua, guru harus lebih berhati-hati dan memperhatikan anak-anak agar lebih peka terhadap pergaulan anak-anak dan bisa mendidik untuk berbicara, bertutur kata dan beretika baik itu di rumah dan disekolah,” tegas Marlina Dalipa.
Page: 1 2
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua mendistribusikan bantuan logistik ke Kabupaten Mamberamo Raya mengantisipasi…
Dalam pandangannya, kenaikan drastis ini melahirkan pertanyaan mendasar di benak publik: "Gaji hakim naik, rakyat…
Banyaknya oknum yang memanfaatkan situasi konflik untuk melakukan penjarahan dan pencurian di rumah para korban…
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Jayapura, Papua menyebut bahwa produksi sampah di daerah…
Tim kebanggaan masyarakat Papua itu sedang menyiapkan skuad yang “mewah”. Sejumlah pesepak bola asal Papua…
epala Suku Wouma Kurima Hamzah Lantipo menyatakan usai konflik pada 15 Mei lalu selanjutnya tak…