Categories: MIMIKA

Selain Nyamuk, Kesadaran Masyarakat jadi Penyebab Tingginya Kasus Malaria

MIMIKA – Tingginya kasus malaria di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah ternyata tak hanya disebabkan oleh jentik nyamuk. Namun, ada hal lain yang menjadi faktor penyebab tingginya kasus tersebut.

Seperti diketahui, resiko kesehatan utama di Mimika yaitu malaria. Ini yang menyebabkan beban penyakit malaria menjadi yang terbanyak di Mimika.

Wakil Ketua IDI Kabupaten Mimika dr. Firdy Permana menyebutkan bahwa ada beberapa faktor utama mengapa malaria di Mimika cukup tinggi.

Yang pertama, terkait dengan kesadaran masyarakat dimana diagnosa dan pengobatan terhadap orang yang sakit tidak dilakukan dengan cepat dan tidak dilakukan hingga tuntas.

Padahal, ada jenis penderita malaria yang tidak bergejala dan tidak merasakan apapun namun setelah diperiksa sebenarnya terdapat bibit malaria yang mendekap dalam tubuh.

“Jadi orang tidak merasa bergejala dan tidak diobati itu maka akan sangat mudah bagi nyamuk untuk menularkan malaria dari orang satu ke orang yang lain tanpa orang yang sakit itu sadar bahwa dia sebetulnya menjadi pembawa, menjadi sumber,” terang Firdy kepada Cenderawasih Pos, Rabu (18/9) kemarin.

Kesadaran masyarakat juga menjadi penyebab karena umumnya, masyarakat yang menderita malaria tidak mengkonsumsi obat yang diberikan sampai tuntas dan tidak melakukan pemeriksaan berkala.

Faktor berikutnya menurut Firdy, di pusat kota Kabupaten Mimika memiliki kontur wilayah yang datar dan dapat ditemui genangan air di mana-mana sehingga mempercepat perkembangbiakan nyamuk malaria.

Oleh karena itu, untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk maka diperlukan adanya pemeliharaan terhadap lingkungan.

Seperti halnya pemeliharaan lingkungan yang sangat baik yang dilakukan di area PT Freeport Indonesia (PTFI) di kota Kuala Kencana, dimana aliran air di kota kecil modern ini tertata dengan baik.

Tak hanya itu, kebersihan lingkungan di Kuala Kencana sangat terjaga sehingga peluang terjadinya perkembangbiakan nyamuk sangat kecil. “Jadi intinya adalah pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan melindungi hutan di sekitar kita,” kata Firdy. (mww/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Bupati Keerom Tegaskan Tidak Boleh Ada Sekolah Kekurangan Guru

Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang…

43 minutes ago

Produksi Petani Lokal Berkurang Turut Pengaruhi Inflasi Daerah

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk…

2 hours ago

Curi Kabel Stadion Lukas Enembe, Dua Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Tim Opsnal Polsek Sentani Timur berhasil mengungkap kasus pencurian kabel tembaga jaringan listrik di Stadion…

3 hours ago

Pemprov Papsel Siapkan Stimulan Rp 250 Ribu per Bulan untuk Bayi dari Keluarga Kurang Mampu

Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  Provinsi Papua Selatan…

4 hours ago

Warga Diimbau Waspadai Dehidrasi dan Gangguan Pernapasan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta Herlina Rahagiar  mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap…

5 hours ago

DPRK Yalimo Soroti Kemunduran Kinerja Pemkab, Desak Transparansi Anggaran

Mewakili puluhan anggota dewan tersebut,​Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Yalimo, Simon Walilo, menegaskan bahwa dari…

6 hours ago