

Ilustrasi. (CEPOSONLINE.COM/Radar Bojonegoro)
MIMIKA – Efisiensi anggaran yang kini diberlakukan di era kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menjadi suatu kebijakan yang harus diprioritaskan oleh seluruh elemen pemerintahan mulai dari pusat hingga daerah.
Akibat efisiensi anggaran, banyak program-program pemerintah baik yang sudah direncanakan hingga yang tinggal menunggu untuk dieksekusi harus disesuaikan dengan kebijakan tersebut tanpa terkecuali.
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Mimika, Priska Kum menerangkan, kebijakan efisiensi anggaran tidak begitu berdampak pada program penanganan stunting di Kabupaten Mimika khususnya pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang saat ini ia pimpin.
Alasannya karena anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang disalurkan langsung oleh Pemerintah Pusat melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebesar kurang lebih Rp100 juta.
Selain itu, juga bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 yang dikelola DP3AP2KB sebesar Rp1 milliar. “Sepertinya (efisiensi) tidak (berdampak) sih, sama saja seperti tahun lalu,” kata Priska Kum saat ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Jumat (16/5/2025).
Page: 1 2
Kepala Distrik Bugi Mare Gombo menyatakan pemberian sanksi tegas atau denda adat ini dilakukan usai…
Tim Persipura Jayapura memulai kompetisi Championship 2026/2027 dengan kurang baik. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan saat ini sistem yang digunakan…
Pada laga yang berakhir dengan skor kacamata itu, Persipura hanya memainkan satu pemain asing mereka,…
Kapolresta Jayapura Kota KBP Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Narkoba Polresta Jayapura Kota…
Menurut Bima, kehadiran suporter memiliki peran penting untuk menambah semangat pemain ketika pertandingan berlangsung. Dukungan…