

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman. (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).
MIMIKA – Polres Mimika telah memeriksa enam orang saksi terkait dengan dugaan praktek korupsi pada proyek pembangunan jembatan di Distrik Tembagapura yang menghubungkan dua kampung, yakni Kampung Aroanop dan Kampung Banti.
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman menjelaskan, tindak pidana korupsi merupakan jenis kasus yang berbeda dengan kasus pidana umum. Karenanya, proses penanganannya terdapat beberapa tahap termasuk koordinasi dengan ahli.
“Sejauh ini sudah enam saksi yang sudah kami mintai keterangan dan tentunya pasti akan bertambah. Dan keenam saksi juga kooperatif,” kata Kapolres saat dikonfirmasi, Sabtu 14 Juni 2025.
Kata Kapolres, pemeriksaan itu dilakukan untuk melengkapi keterangan dari para saksi serta mengumpulkan bukti. Kapolres melanjutkan, berdasarkan keterangan para saksi bahwa dalam proyek pembangunan jembatan penghubung Aroanop dan Banti itu diduga terdapat indikasi praktek korupsi.
“Tapi untuk lebih jelasnya, kita masih tunggu hasil audit dari BPK,” tuturnya.
Kapolres juga menegaskan, mutasinya pejabat Polres Mimika tidak ada kaitannya dengan kasus korupsi ini. “Kita masih lidik. Dalam waktu kita akan segera rilis kasus ini. Jadi mohon bersabar,” pungkasnya. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Fakhiri menegaskan, penguatan regulasi Otonomi Khusus menjadi penting agar pembangunan di Papua tetap berjalan meski…
Ketiga terdakwa tersebut yakni J. Victor Davis yang merupakan pilot dari pesawat Piper PA 23-250…
Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…
Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…
Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…