Menyikapi realitas tersebut, dr. Enny menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa lagi dilakukan secara terisolasi. Harus ada integrasi total antara program percepatan penurunan stunting dengan pengendalian malaria dan penyakit infeksi lainnya.
“Sinergi ini menuntut keterlibatan penuh dari pemerintah daerah, sektor swasta, hingga lembaga swadaya masyarakat untuk memutus rantai risiko yang selama ini saling memperparah kondisi kesehatan anak-anak di Papua,” tuturnya. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Pangdam mengatakan serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat merupakan bagian dari proses pembinaan…
Berdasarkan keputusan tersebut, Kabupaten Keerom menerima alokasi dana dengan rincian Tambahan DAU Rp 67.250.912.000, penyaluran…
Kegiatan ini menjadi informasi dan bukti nyata, apa yang selama ini telah dikerjakan pemerintah daerah,…
Suara dentuman meriam simulasi dan letupan gas air mata memecah keheningan Mimika, Papua Tengah. Di…
Direktur LBH Papua, Festus, mengatakan kasus tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan teknis…
Lima pasien anak yang sebelumnya menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan…