Sementara itu, Boyau juga menyinggung rencana khusus LMHA terkait dengan Kamoro Kakuru, salah satu festival berunsur budaya yang menjadi perhatian lembaga adat.
“Kamoro Kakuru itu salah satu perhatian khusus dari lembaga adat dan akan diadakan museum, museum adat, sehingga para pengunjung bisa datang melihat bahwa budaya kami seperti ini lah, budaya yang asli,” katanya.
Boyau juga menegaskan komitmennya untuk fokus pada pemenuhan pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan masyarakat. Ia menegaskan akan turun langsung untuk memastikan wilayah ujung timur hingga barat pesisir Kamoro menjadi fokus perhatian, termasuk melalui program-program pemberdayaan seperti studi banding untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Selain beberapa hal di atas, Boyau juga menyinggung terkait dengan persoalan tapal batas. Ia menegaskan akan mengembalikan garis batas sesuai penanda leluhur, dan menyelesaikannya melalui dialog damai.
“Tapal batas, saya akan tertibkan tapal batas sesuai dengan leluhur kami. Jangan dengan kekerasan, kita dari hati ke hati,” ujarnya. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kondisi ini dapat ditemukan di hampir seluruh ruas jalan di wilayah kota bahkan di wilayah…
Willy Ater menjelaskan, penahanan tersebut dilakukan setelah pihaknya melayangkan 2 kali panggilan kepada yang bersangkutan.…
Menurut Tony Wenas, peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) tahun 2026 bukan sekadar…
Karena keberatan dengan tarif itu, Petrus menyebutkan bahwa banyak pedagang yang menunggak pembayaran selama bertahun-tahun,…
Bupati Waropen, Drs. F.X Mote, M.Si, yang hadir langsung bersama Wakil Bupati Yoel Boari, menegaskan…
Kepala Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, dr Jan Frits Siauta, SpB subsp (K), Finacs mengungkapkan, sejak…