Jefri mengakui bahwa terjadi peningkatan volume sampah yang signifikan, terutama sisa perayaan seperti kembang api, botol plastik, kemasan makanan, dan residu lainnya meningkat sebanyak 100 ton per hari. “Kota terlihat kotor karena sampah petasan dan kembang api,” katanya saat dihubungi, Jumat (2/1/2026).
“Kalau sampah sudah biasa di hari-hari besar biasa meningkat, nanti Januari mulai menurun lagi seperti biasa di angka 90 ton,” lanjutnya. Akibat kondisi ini, Jefri pun memohon pengertian dari masyarakat Kabupaten Mimika dengan tetap menjaga kebersihan.
“Ke depan kami mengajak semua pihak untuk merayakan dengan tetap menjaga kebersihan, karena ini adalah rumah kita bersama,” pungkasnya.(mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Berdasarkan keputusan tersebut, Kabupaten Keerom menerima alokasi dana dengan rincian Tambahan DAU Rp 67.250.912.000, penyaluran…
Kegiatan ini menjadi informasi dan bukti nyata, apa yang selama ini telah dikerjakan pemerintah daerah,…
Suara dentuman meriam simulasi dan letupan gas air mata memecah keheningan Mimika, Papua Tengah. Di…
Direktur LBH Papua, Festus, mengatakan kasus tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan teknis…
Lima pasien anak yang sebelumnya menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan…
Bayang-bayang tapal batas yang membentang di tanah Papua tak mampu memagari jejak Ben Alois Natkime.…