Categories: SENTANI

Meski Tak Terendam, Warga Harap Ada Tanggul Permanen

SENTANI – Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan normalisasi sungai di Kali Away (Kehiran) sepanjang 1.200 m, sebagai upaya mengurangi risiko banjir di sejumlah kawasan permukiman.
Hal tersebut cukup berdampak bagi beberapa pemukiman warga yang selalu menjadi bulan-bulanan banjir setiap kali hujan deras.

Amos seorang warga BTN Gajah Mada mengakui kompleksnya tidak lagi terendam banjir, hal ini sudah terlihat sejak dua Minggu lalu.

“Kami dengar pemerintah telah melakukan normalisasi kali Away, tetapi ini tidak akan berdampak lama,karena hanya menimbun sedimen dari dalam kali yang dikeruk, kami harap ada upaya permanen seperti membangun tanggul beton atau tidak gunakan Bronjong,” katanya Kamis (26/3).

Diakuinya, meski sudah mulai kering BTN Gajah Mada tetapi hal tersebut belum menjamin, karena trauma banjir diarea tersebut sudah dirasakan 11 tahun lalu.

“Kami harap ada pembangunan tanggul kali yang layak danlebih keras, jika cuma pasir dan sampah yang ditimbun, ketika bajir besar pasti habis dibawah banjir,” tambahnya.

Sementara itu, Atik Artika seorang warga penghuni BTN Griya Rofelle Jalur 6, akui bahwa sejak ada normalisasi kali Away, rumahnya sudah tidak terendam air, meski ada hujan deras.

“Kami bersyukur hujan deras, air sudah tidak masuk lagi kerumah, tapi kami harap pemerintah bisa membuat Bronjong disepanjang kali, sehinggalebih kuat untuk menahan air ketika banjir, guna tidak ada lagi air masuk kerumah warga,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Jayapura, Lefinus Ragainaga, mengatakan langkah normalisasi dilakukan dengan membangun tanggul di sepanjang aliran Kali Kehiran sekitar 1.200 m, agar mampu menampung debit air yang meningkat saat musim hujan.

“Kita bangun tanggul di sepanjang Kali Kehiran, agar ketika debit air meningkat, sungai ini mampu menampung air dengan baik,” ujarnya.

Meski pembangunan tanggul dilakukan dengan cara seadanya, diharapkan hal tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat yang sudah bertahun-tahun menghadapi situasi banjir.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Hari Kedua Pencarian, 4 Nelayan Hilang Kontak di Perairan Atuka Belum Ditemukan

Menggunakan Rigid Bouyancy Boat (RBB) 600 PK, tim menyisir perairan Puriri sejauh 11 mil laut…

20 hours ago

PNG Semakin Perberat Hukuman bagi Nelayan Indonesia

Rekianus mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Port Moresby…

21 hours ago

Kasus Penipuan Loker di Mimika, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan penipuan lowongan…

22 hours ago

BNN Mimika: Tembakau Sintetis Marak di Kalangan Pelajar

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika mencatat tren penyalahgunaan narkotika kini marak menyasar kalangan pelajar…

23 hours ago

Kemenkes Gandeng Pemprov Papeg, Buka Layanan Jantung Hingga Kanker

Kerja sama tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan, 14 rumah sakit rujukan nasional, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan,…

24 hours ago

Polisi Selidiki Kebakaran Rumah di Kelurahan Kelapa Lima

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.30 WIT. Piket Satreskrim menerima laporan mengenai terbakarnya rumah milik…

1 day ago