Aksi mogok akan melibatkan seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMA/SMK di Kabupaten Jayapura. Para guru menegaskan proses belajar mengajar akan kembali normal setelah hak-hak mereka dibayarkan.
Terkait pelaksanaan ujian bagi siswa SMA dan SMK, Andreas menyebut hal tersebut bergantung pada langkah cepat pemerintah daerah dalam merealisasikan pembayaran. Para guru juga mengungkapkan bahwa dana sebesar Rp9,6 miliar yang bersumber dari Kementerian Keuangan telah masuk ke kas daerah pada 30 Desember 2025.
Mereka mempertanyakan alasan keterlambatan pencairan dana tersebut dan berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar aktivitas pendidikan tidak terganggu berkepanjangan. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Vice President Corporate Communications PTFI Katri Krisnati mengonfirmasi penghentian sementara arus lalu lintas darat tersebut…
Selain sesak napas, sejumlah korban juga mengeluhkan pusing. Beberapa korban bahkan mengalami tekanan psikologis…
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan adanya aktivitas yang tidak sesuai dengan izin yang diberikan pemerintah…
Menurutnya, semua pimpinan daerah sudah mengetahui mekanismenya. Apa yang sudah diterima harus dipertanggungjawabkan terlebih…
Pemerintah Kota Jayapura terus memperkuat pelayanan bagi warga terdampak kebakaran yang kini masih berada di…
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo menyebutkan, keempat orang tersebut diduga terlibat…