

Rukka Sombolinggi (FOTO: Robert Mboik Cepos)
SENTANI- Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, Rukka Sombolinggi mengatakan, 90% keanekaragaman hayati berada di wilayah adat. Karena itu dia mengajak seluruh masyarakat adat menjaga hak-hak masyarakat adat, termasuk menjaga keanekaragaman hayati yang ada di masing-masing wilayah adat.
“Dalam kongres ini kita akan membicarakan perjuangan, kita tidak boleh lengah. Dalam perjalanan ini, jauh ataupun dekat tergantung kita dalam mengawal hak-hak masyarakat adat,”kata Rukka Sombolinggi, dalam sambutannya saat pembukaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara ke-6 (KMAN VI) di Kabupaten Jayapura, Senin (24/10).
Pada kesempatan itu dia mengapresiasi masyarakat adat di berbagai wilayah yang telah melewati ujian berat selama masa pandemi Covid-19. Di mana masyarakat adat mampu bertahan dalam situasi pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh belahan dunia.
“Salah satu poin penting dari kehadiran masyarakat adat nusantara ini selama pandemi Covid-19 dan krisis iklim, ketahanan sebenarnya justru berada di tangan masyarakat adat,” ungkapnya.
Sebab masyarakat adat memiliki pengetahuan lokal dan ketahanan pangan tersendiri, dalam kearifan dan budaya lokal.
Dia juga mengapresiasi, kebijakan Bupati Jayapura yang menyelenggarakan KMAN VI bersamaan dengan peringatan ke-IX Kebangkitan Masyarakat Adat di Kabupaten Jayapura pada 24 Oktober 2022.
Ia juga mengapresiasi pergerakan perempuan dan pemuda adat dalam mengahadapi situasi pandemi dengan begitu kokoh menjaga keutuhan wilayah adat dalam negeri.
Ditambahkan , KMAN VI ini bukan hanya menghadirkan peserta dalam negeri saja, tapi juga dari luar negeri juga hadir di antaranya Sekjen Masyarakat Adat Malaysia, Kamboja, Nepal dan Filipina yang begitu antusias dan bersemangat mengikuti jalannya pembukaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara ke VI.(roy/ary)
Namun, Neeltje bukan sekadar anggota Paskibraka. Pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…
Pesan tersebut disampaikan Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi…
“Saat datang, Mendagri kasih waktu pengerjaan dua minggu dan paling lambat satu bulan. Namun…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, bersama Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Papua, Susana…
Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada OPD yang menjalankan pelayanan publik secara langsung. “Program-program…
Anggota DPRK Kota Jayapura, Barend Bartolomeus Taniauw atau akrab disapa Barto, mendorong Pemerintah Kota Jayapura…