

Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) wilayah Langkat, Sumatera Utara, dalam kegiatan kirab budaya di jalan utama kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (24/10). (FOTO:Robert Mboik Cepos)
SENTANI-Sebanyak 90 peserta perwakilan masyarakat adat asal Langkat, Sumatera Utara (Sumut) begitu antuasias mengikuti kirab budaya nusantara, mengawali pembukaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (24/10) pagi.
Ketua Badan Pengurus Harian Aliansi Masyarakat Adat Nusantara AMAN wilayah Langkat, Sumatera Utara, Ansurdin mengatakan, masyarakat adat Langkat mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan KMAN VI di wilayah adat Tabi, Papua.
“Pelaksanaan KMAN VI di wilayah Tabi sangat meriah dan semarak lewat penampilan kirab budaya oleh masyarakat adat se-nusantara. Ini menandakan sekaligus menegaskan bahwa Bangsa Indonesia kaya akan ragam budaya adat istiadat dari ujung barat Sumatera hingga timur Papua,” tutur Ansurdin.
Ansurdin menyampaikan, masyarakat adat Langkat, Sumut yang ia pimpin untuk mengikuti pelaksanaan KMAN kali ini 90 orang. “Kami perwakilan masyarakat adat Langkat berkekuatan 90 orang yang hadir langsung ke Jayapura meramaikan KMAN VI,”ujarnya.
Ansurdin mengatakan, kehadiran mereka di Bumi Cenderawasih mengikuti KMAN VI dengan mengusung misi khusus, untuk disampaikan kepada negara atau pemerintah pusat.
Hal yang menjadi atensi khusus, kata Ansurdin yakni selaku masyarakat adat mereka menginginkan ada pengakuan maupun legalitas hukum dari negara terhadap keberadaan masyarakat adat Langkat secara khusus, tapi juga masyarakat adat di seluruh Indonesia.
“Kita punya visi misi khusus kepada pemerintah pusat yakni perjuangan membuat pengakuan terhadap hak-hak masyarakat adat. Pemerintah harus melindungi hak-hak masyarakat adat, kita tidak mau sebagai tuan rumah, namun seperti menumpang di negeri sendiri dan hak-haknya dicabut,”ungkapnya.
Pelaksanaan KMAN VI di Wilayah Adat Tabi, Tanah Papua berlangsung sejak 24 Oktober hingga 30 Oktober 2022 mendatang dengan mengusung tema bersatu pulihkan kedaulatan masyarakat adat untuk menjaga identitas kebangsaan Indonesia yang beragam dan tangguh menghadapi krisis.(roy/ary)
Ketua MRP, Nerlince Wamuar, mengatakan dari pertemuan itu ada sejumlah persoalan yang disampaikan langsung…
Gubernur Papua Pegunungan Dr (HC) John Tabo, SE, M.B.A menyatakan pemerintah daerah sebelumnya telah melakukan…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, kondisi kekeringan yang dipengaruhi fenomena El Niño meningkatkan kerawanan…
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya, Melke Mentang, S.H. menyatakan pemeriksaan fisik ini dilakukan untuk memastikan…
Kapolres Mimika, AKBP Alfredo A. Rumbiak, menyatakan aparat keamanan terus mengawal situasi di lapangan agar…
Pelatihan ini digagas oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Keerom dan melibatkan operator…