Categories: SENTANI

Bawa Pesan Perdamaian, Persaudaraan dan RUU Masyarakat Adat

SENTANI-  Menempuh perjalanan jauh selama tujuh hari di laut, akhirnya Noci (50) dan Algar (35), tiba di Pelabuhan Jayapura dengan menumpang KM Sinabung pada Kamis, 20 Oktober 2022. Noci dan Algar adalah duta masyarakat adat Banteng Kidul yang akan mengikuti Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) ke-IV yang akan berlangsung di Tanah Tabi dari 24 – 30 Oktober 2022.

“Kami menempuh perjalanan spiritual ini untuk mengenali masalah hidup, jati diri yang sejati dan cara untuk berdamai dengan dunia. Kami membawa pesan perdamaian itu dalam KMAN ,” ungkap Noci saat menginjakkan kakinya di Pelabuhan Jayapura.

Menurut Noci, jumlah peserta dari Banten Kidul ada 12 orang. Noci dan Algar mengikuti kapal laut. Sedangkan 10 orang lainnya akan menggunakan pesawat terbang.

Noci dan Algar adalah dua dari 12 orang kesepuhan Adat Banten Kidul. Mereka adalah bagian dari komunitas masyarakat adat Sunda yang tinggal di sekitar Gunung Halimun.

Mereka datang ke Tanah Tabi, Papua dengan membawa pesan atau mantra dari Abah (tetua adat) mereka. Ada tiga pesan yang dibawa untuk kongres ini, yaitu :  RUU Masyarakat Adat, Persaudaraan dan Perdamaian.

Ketiga pesan atau wasiat itu dibawa menempuh perjalanan selama tujuh hari. ”Bermula di Kampung Adat Cisungsang, Banten, ujungnya di Danau Sentani, Papua,”ujarnya.

Berangkat pada 10 Oktober 2022 bersama, Algar, keduanya mula-mula naik kereta api menuju timur, menyusuri pantai utara Jawa. Di Surabaya, mereka berganti moda, naik Kapal Sinabung, menuju Makassar. Di Laut Masalembo  kapalnya dihadang hujan dan petir.

“Di Masalembo ombaknya sangat besar. Walau begitu, perjalanan spiritual yang sangat menyenangkan ini akhirnya kami bisa tiba di Jayapura” ujarnya Noci.

Siang itu, 20 Oktober 2022, sekitar pukul 14.49 WP, KM Sinabung yang membawa Noci dan Algar serta ratusan peserta KMAN VI lainnya tiba di Pelabuhan Jayapura.

Noci dan Algar, adalah dua orang dari peserta KMAN yang dipersilakan turun pertama ke Pelabuhan Jayapura dan langsung disambut Koordinator Penjemputan Panitia KMAN VI, John Wicklif Tegai dengan mengalungkan noken yang terbuat dari kulit kayu di leher mereka serta memasang mahkota berbulu Kasuari di kepala Noci dan Algar.

Selain Noci dan Algar dari Banten Kidul, ada juga peserta KMAN VI dari kominitas masyarakat adat Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Papua (Byak).

“Setelah istirahat di tenda yang sudah disediakan panitia, ratusan peserta KMAN ini akan kami bawa dengan tujuh bus dan dua mini bus pengangkut barang, menuju Sentani di Kabupaten Jayapura lakukan registrasi peserta,” kata John Wicklif Tegai.

Mereka  adalah utusan masyarakat adat yang akan menghadiri Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI (KMAN VI) di Wilayah Adat Tabi, Jayapura, Papua, pada 24-30 Oktober 2022.  Inilah perhelatan besar lima tahunan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (roy/ary)

newsportal

Recent Posts

Alokasikan Dana Hibah Rp11 M Untuk 500 Lembaga

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…

23 minutes ago

Sudah 113 Kali Donorkan Darah, Bangga Karena Diberi Umur Panjang

Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…

2 hours ago

Jembatan Putus, 7 Orang Tewas Tenggelam

Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…

23 hours ago

Kejari Musnahkan Barang Bukti 62 Perkara Inkracht

Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…

24 hours ago

Jumlah penduduk Provinsi Papua Capai 1,074 juta

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…

1 day ago

Turun ke Lokasi Kebakaran, ABR Pastikan Penanganan Darurat Terpenuhi

Peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 15.45 WIT tersebut menghanguskan sedikitnya 10 petak rumah warga.…

1 day ago