Categories: SENTANI

BNN Papua:  Semua Elemen Harus Bersinergi Melawan Narkoba

SENTANI-Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua melaksanakan kegiatan sinkronisasi program dan kebijakan kabupaten/kota Tanggap Ancaman Narkoba Tahun 2024 di Suni Hotel, Rabu (21/8). Kegiatan dihadiri dan dibuka secara langsung Kepala BNN Papua Brigjend Pol. Norman Widjajadi, S.I.K.

Kepala BNN Papua Brigjend Pol. Norman Widjajadi, S.I.K., mengungkapkan, hasil survei memperlihatkan bahwa angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba Setahun Pakai Pada Tahun 2023 sebesar 1,73% artinya dari 10.000 penduduk Indonesia berusia 15 – 64 tahun terdapat 173 orang yang memakai narkoba dalam satu tahun terakhir.

Selanjutnya, angka prevalensi pernah pakai sebesar 2,20% atau  220 dari 10.000 penduduk usia 15 sampai 60 tahun pernah memakai  narkoba.  Angkat prevalensi setahun pakai lebih kecil dari angka prevalensi pernah pakai,  menunjukkan bahwa  kemungkinan sebagian penduduk usia 15 sampai 64 tahun yang pernah pakai narkoba dalam setahun terakhir sudah tidak memakai narkoba lagi.

“Sejalan dengan data BNN pada kurun waktu 2021 sampai 2023  menunjukkan terjadinya penurunan jumlah kawasan rawan  Narkoba pada tahun 2023, data mencatat sebesar 7.426 kawasan  rawan Narkoba dalam kurung 2022, 2023, 2024 terjadi konsistensi penurunan sebesar 7,93%,  setara dengan 689 kawasan rawan Narkoba,”ucapnya.

Diakui, masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan salah satu masalah serius yang terus menyita  perhatian,  sehingga dalam penanganannya perlu langkah- langkah strategis dan dilakukan secara masif dan sistematis.

Untuk itu, dibutuhkan upaya peran serta seluruh instansi pemerintah, swasta, pendidikan dan komponen masyarakat lainnya harus terus  digerakkan dan diberikan ruang, guna menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Tujuan kegiatan ini adalah sebagai forum untuk menyelaraskan dan menerbitkan kebijakan kabupaten/kota dengan kebijakan-kebijakan lain yang berada di tingkat kabupaten/kota . Kebijakan ini diharapkan dapat menyelaraskan dan menyiarkan  kementerian lembaga pemilik kebijakan yang berada di tingkat Kabupaten/kota sehingga dapat saling mendukung,”tandasnya .(dil/ary)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Bawah Dermaga Poumako

Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…

4 hours ago

Sebagian Dokter Spesialis RSUD Merauke Pilih Mogok

Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…

6 hours ago

Hari Ketiga Pencarian Korban Jembatan Putus Belum Membuahkan Hasil

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…

7 hours ago

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Kunjungi Kab. Yalimo

Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …

8 hours ago

PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…

9 hours ago

Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…

10 hours ago