“Dalam pembangunan dapur MBG kami membutuhkan sekitar 31 dapur. Biaya pembangunan satu dapur lengkap dengan perlengkapan dan mobil box pengantaran diperkirakan mencapai Rp2–3 miliar. Kebutuhan ini tentu tidak bisa dipenuhi sendiri oleh yayasan atau investor, sehingga dukungan perbankan sangat kami butuhkan,” jelasnya.
Yunus Wonda juga menekankan bahwa sasaran program tidak hanya anak sekolah, namun juga ibu hamil, ibu menyusui dan balita sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Jayapura.
“Setelah pihak perbankan dan kepala sekolah, kami juga akan memanggil yayasan atau investor yang menjalankan MBG untuk memastikan kemampuan pelaksanaan program hingga ke wilayah kampung,” ujarnya.
Tahap selanjutnya, Pemkab Jayapura akan mengundang kepala distrik, ondoafi dan tokoh adat untuk ikut mendukung pelaksanaan MBG, sekaligus memanfaatkan potensi lokal agar program tersebut juga memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui perputaran ekonomi lokal.(dil/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Papua selama ini dikenal sebagai tanah yang diberkahi kekayaan alam luar biasa. Hutan-hutannya rimbun, tanahnya…
Dalam rangka menyikapi situasi dan kondisi yang kerap terjadi di tanah Papua, dalam hal ini…
UNTUK pertama kalinya, Timnas Futsal Indonesia U-16 berhasil merengkuh gelar juara Piala AFF Futsal U-16…
Rencana pengiriman bantuan pangan ini disampaikan bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze setelah melakukan rapat dengan…
Di tengah kampung wisata yang berada di atas Danau Sentani ini, berdiri satu sekolah dasar,…
Plt Direktur RSUD Wamena dr. Charles Manalagi, Sp.OG mengakui jika apabila berbicara terkait penyakit TBC,…