

Budi P. Yokhu (foto:Yohana/Cepos)
SENTANI – Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Jayapura, Budi P. Yokhu, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jayapura telah menetapkan nilai Pajak Bumi dan Bangunan Pemukiman dan Perumahan (PBB-P2) untuk kawasan permukiman dan perumahan, termasuk area Bandara, sebesar Rp11,1 miliar.
Penetapan tersebut merupakan hasil pembahasan antara Bapenda dan Bupati Jayapura, yang sebelumnya telah disepakati dan diberlakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku sejak tahun 2016.
“Dari hasil pembahasan dengan Bupati Jayapura, penetapan PBB P2 untuk kawasan bandara berada pada kisaran Rp11 miliar hingga Rp11,116 miliar,” ujar Budi P. Yokhu, Selasa (20/1).
Ia menjelaskan, setelah penetapan nilai tersebut, pihak pengelola bandara, yakni PT Angkasa Pura, diberikan ruang untuk mengajukan permohonan keringanan pajak. Hal ini menyusul berbagai pertimbangan yang disampaikan oleh pihak bandara.
“Pihak Angkasa Pura menyampaikan beberapa alasan, di antaranya proses pengembangan bandara yang masih berlangsung hingga 2017 serta kondisi neraca keuangan perusahaan yang mengalami kerugian,” jelasnya.
Menurut Budi, secara prinsip kewenangan penilaian dan penetapan pajak berada pada Bapenda Kabupaten Jayapura, sementara kewenangan pemberian keringanan juga berada pada pemerintah daerah setelah dilakukan kajian menyeluruh.
Page: 1 2
Kasi Humas Polres Mimika Iptu Hempy Ona membenarkan bahwa saat ditemukan, korban berada dalam posisi…
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus Maclarimboen, mengungkapkan bahwa PU diduga menggelapkan dana BOS sebesar…
Sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026 ini, Satreskrim Polres Biak Numfor mencatat telah menerima sebanyak…
Meski anomali cuaca di Papua masih terbilang positif, namun BMKG tetap menghimbau kepada masyarakat untuk…
Jika ada keperluan mendesak oleh setiap OPD ataupun para bendahara, wajib disampaikan pimpinan dalam hal…
Menurutnya, penarikan retribusi sampah rumah tangga di Kota Jayapura membutuhkan sinergi semua pihak, mulai dari…